Buku “Fire and Fury” karya Michael Wolff dipajang di Book Passage, toko buku yang terletak di Corte Madera, California, AS, Jumat (5/1/2018). (AFP)

Buku Ini Bikin Trump Marah

JAKARTA (IndependensI.com) – Buku “Fire and Fury: Inside the Trump White House” membuat Presiden AS Donald Trump marah. Dia mengatakan buku karya Michael Wolff itu hanya berisi kebohongan dan akan menuntut penerbitnya, Henry Holt & Co.

Penulis dan penerbit tidak peduli dengan ancaman hukum yang dilayangkan tim pengacara Trump. Buku ini justru diluncurkan lebih cepat dari jadwal.

Pada Jumat (5/1/2018), “Fire and Fury” sudah dijual di berbagai toko buku di AS. Di Washington DC, buku tersebut langsung habis diserbu pembeli. Di beberapa toko, tampak antrean orang yang ingin membelinya.

Tanpa menyebut secara spesifik, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan ada beberapa hal di buku itu yang “benar-benar tidak benar”. Trump mengatakan Steve Bannon, mantan kepala tim strateginya, “sudah kehilangan akal sehat”.

Apa sebenarnya yang membuat Trump marah? Berikut adalah cuplikan isi “Fire and Fury”.

 

Tim Kampanye Trump Sempat Menyerah

“Kita semua pecundang,’ kata Trump. ‘Semua orang kita payah, tidak ada yang tahu apa yang mereka kerjakan’”.

“’Masalah ini,’ katanya kepada Mercer, ‘sudah begitu berantakan’”.

Trump dilaporkan berbicara kepada Bob Mercer, miliarder ultra-konservatif yang menjadi salah satu sponsornya, yang melawannya di beberapa bulan terakhir kampanyenya. Namun belakangan ini, Mercer menyatakan kembali mendukung Trump.

 

Kejutan di Malam Jelang Pencoblosan

“Dengan kecenderungan yang tidak terduga ini – Trump kemungkinan menang – sepertinya bisa dikonfirmasi, Don Jr mengatakan kepada temannya bahwa ayahnya, atau DJT, begitu dia menyebutnya, tampak seperti melihat hantu. Melania, satu-satunya orang yang menerima janji dari Donald Trump, tampak berlinang air mata – dan bukan karena bahagia.”

“Selama sekitar satu jam, dalam pengamatan Steve Bannon, Trump berubah menjadi orang yang tidak percaya dan kemudian menjadi ketakutan. Tapi masih ada perubahan akhir: Tiba-tiba, Donald Trump menjadi orang yang yakin bahwa dia layak, dan sungguh-sungguh bisa menjadi presiden Amerika Serikat.”

 

Bannon Bertemu Pihak Rusia

“Tiga tokoh senior di tim kampanyenya,’ kata Bannon, ‘merasa bertemu dengan perwakilan pemerintah asing di Trump Tower, di ruang pertemuan di lantai 25, adalah ide yang bagus. Pertemuan itu tanpa didampingi pengacara.

‘Mereka tidak membawa pengacara. Bahkan jika kalian berpikir hal ini bukan pengkhianatan, atau tidak patriotis, atau hal buruk lain, dan saya kebetulan berpikir seperti itu, kalian semestinya segera melaporkan ke FBI.’”

Bannon merujuk pada putra Trump, Donald Jr; menantunya, Jared Kushner; dan manajer kampanye Paul Manafort.

 

Belajar Undang-undang

“Di masa awal kampanye, salah satu penasihat yaitu Sam Nunberg, diminta menjelaskan Undang-undang kepada kandidat: ‘Saya harus menjelaskan hingga Amandemen Keempat sebelum jarinya menarik turun bibirnya dan matanya terbalik di kepalanya.’”

 

Obsesi Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin

“’Apakah dia sudah terseret ke Rusia?’ kata (mendiang pemimmpin Fox News Roger) Ailes. ‘Sepertinya,’ kata Bannon, ‘dia pergi ke Rusia dan berencana bertemu Putin. Tapi Putin tidak peduli terhadap dia. Dia terus saja berusaha.’”

 

Obsesi Trump terhadap Rupert Murdoch

“’Saya akan menghubunginya,’ kata Ailes. Tapi Trump harus melewati halangan besar untuk bertemu Rupert. Sama seperti terhadap Putin.

 

Murdoch tentang Trump?

“’Benar-benar idiot,’ kata Murdoch sembari meletakkan teleponnya” setelah berbicara tentang masalah imigrasi dengan Trump.

 

Terlalu Banyak yang Dipikirkan

“’Saya tidak akan membiarkan Donald terlalu banyak berpikir,’ kata Ailes. Bannon mendengus. ‘Terlalu banyak, terlalu sedikit – tidak akan banyak perbedaannya.’”

 

Trump Takut Diracuni

“Sudah sejak lama dia takut diracuni, itu salah satu alasannya suka makan di McDonald’s – tidak ada yang tahu dia akan datang ke sana dan makanannya sudah disiapkan dengan aman.”

 

Pujian dan Sepatu Mesir

“Abdel Fattah el-Sisi, orang kuat Mesir, memuji presiden dan mengatakan ‘Anda punya kepribadian yang unik yang mampu melakukan hal yang mustahil.’ (kepada Sisi, Trump menjawab, ‘Saya suka sepatu Anda’)”.

 

‘Orang Kita’ di Saudi

“Dalam pekan saat perjalanan (Trump ke Saudi), MBS (Mohammed bin Salman), menahan MBN (Mohammed bin Nayef) di tengah malam, yang menegaskan posisinay sebagai Putra Mahkota. Trump mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia dan Jared yang merancang kudeta Saudi: ‘Kita berhasil menempatkan orang kita di atas!’”

 

Ambisi Ivanka Menjadi Presiden

“Menyeimbangkan risiko terhadap hasil, Jared dan Ivanka bersedia menerima tugas di West Wing ketimbang berdasarkan masukan dari hampir semua orang yang dikenalnya. Keputusan itu adalah keputusan bersama pasangan tersebut, dan dalam beberapa hal, adalah pekerjaan bersama. Di antara mereka, keduanya sudah punya kesepakatan: Jika satu saat nanti di masa depan ada kesempatan, dia (Ivanka) yang akan mencalonkan diri jadi presiden. Presiden perempuan pertama, kata Ivanka, bukan Hillary Clinton tapi Ivanka Trump.

 

Julukan Putra Trump

“Putranya, Don Jr dan Eric, sering disebut sebagai Uday dan Qusay, seperti nama putra Saddam Hussein, oleh orang dalam Trump tanpa sepengetahuannya.”

One comment

Comments are closed.