Panen padi, Sabtu (27/1/2018), di lahan milik petani anggota kelompok tani (Poktan) Jaya Harapan III di Desa Bungur Jaya, Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta. (Humas Kementerian Pertanian)

Di Puwakarta, Panen Setiap Hari hingga Puncaknya pada Maret

PURWAKARTA (Independensi.com) – Lahan persawahan di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat ternyata mampu panen setiap hari.

Hal itu terbukti dari realisasi panen Januari 2018 mencapai 2.700 hektare (ha), Februari diperkirakan meningkat ke 4.011 ha dan perkiraan puncak panen dari 7.000 ha sawah pada Maret mendatang.

Hasil kerja keras petani dan dukungan pihak-pihak terkait tersebut disambut positif oleh Kementerian Pertanian. Demikian dalam keterangan pers kepada Independensi.com, Minggu (28/1/2018).

Perkiraan produksi, suplai dan stok beras di Purwakarta terkuak dari kegiatan panen padi, Sabtu (27/1/2018), di lahan milik petani anggota kelompok tani (Poktan) Jaya Harapan III di Desa Bungur Jaya, Kecamatan Pondok Salam, yang dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono didampingi Wakil Bupati Dadan Koswara.

Tampak hadir Penanggung Jawab (Penjab) Upsus Pajale Jabar, Antarjo Dikin mewakili Banun Harpini; Kepala Dinas Pertanian Purwakarta, Agus Rachlan Sukarlan; Sekretaris BPPSDMP Kementan, Surachman Suwardi; dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian – BBPP Lembang Bandung, Bandel Hartopo sebagai Penjab Upsus Pajale Purwakarta.

“Panen hari ini membuka mata kita bahwa petani kita mampu membuktikan kerja kerasnya sebagai ‘pahlawan pangan’, dahulu biasanya periode Januari hingga Maret hasil panen padi terbatas, ternyata di Purwakarta dan Jabar sudah ada panen sejak Januari walau tidak sebanyak Februari dan Maret sebagai puncak masa panen,” kata Momon Rusmono.

Dia mengapresiasi para petani dari tiga kelompok tani (Poktan) di Desa Bungur Jaya yang mengelola 95 ha sawah, dan 20 ha siap panen mulai Sabtu (27/1) disusul 75 hektar lainnya hingga akhir Januari 2018.

Panorama indah berhawa sejuk di tengah sambutan hangat petani dan keramahan warga membuat Momon Rusmono betah berlama-lama melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Purwakarta dilanjutkan dialog dengan petani dan penyuluh pertanian.

Sebelum panen, Momon dan rombongan menyaksikan atraksi menumbuk padi tradisional dengan lesung, bahkan Momon pun ikut mencoba memukul lesung kemudian menyimak lagu-lagu rakyat Parahiangan dan tarian tradisional.

Tiba di lokasi panen pukul 08:00 pagi, Kepala Badan SDM Pertanian Kementan dan rombongan meninggalkan lokasi panen pukul 11:45 setelah dijamu makan siang oleh kepala desa setempat. (eff)