Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Venezuela, Hugbel Roa, memperlihatkan proposal cryptocurrency Petro, yang ditandatangani Presiden Nicolas Maduro, pada jumpa pers di Bank Sentral Venezuela (BCV) di Caracas, Rabu (31/1/2018). (AFP)

Venezuela Terbitkan Mata Uang Digital

JAKARTA (IndependensI.com) – Keadaan terjepit bisa memicu kreativitas. Inilah yang terjadi di Venezuela.

Negara di Amerika Selatan itu adalah memiliki cadangan minyak terbesar di dunia tapi mengalami kesulitan finansial karena diganjar sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Tidak mau seperti “ayam yang kelaparan di lumbung padi”, pemerintah Venezuela punya cara inovatif untuk keluar dari masalah keuangan.

Terinspirasi dari sukses bitcoin, otoritas keuangan Venezuela menerbitkan mata uang digitalnya sendiri yaitu Petro. Sesuai namanya, cryptocurrency ini diambil dari harga minyak. Pada Rabu (31/1/2018), Venezuela menetapkan nilai awalnya sebesar US$60 per unit Petro.

Sebanyak 38,4 juta unit Petro, dari total 100 juta, akan dijual pada 20 Februari dan 19 Maret 2018. Nilai awalnya dibuat berdasarkan harga satu barel minyak mentah Venezuela pertengahan Januari. Berbeda dari bitcoin yang murni digital, Petro didukung oleh cadangan minyak Venezuela yang melimpah.

Nilai Petro bisa “berubah, bergantung pada fluktuasi di pasar minyak,” kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Venezuela, Hugbel Roa.

Penerbitan mata uang digital ini pertama kali diumumkan Presiden Nicolas Maduro pada awal Desember 2017.

“Mata uang digital ini memungkinkan kita melangkah menuju bentuk baru pembiayaan internasional untuk pembangunan ekonomi dan sosial negeri ini,” kata sang presiden waktu itu.

Krisis ekonomi Venezuela terutama terjadi karena jatuhnya harga minyak mentah dan turunnya produksi minyak. Padahal porsi komoditas mencapai 96 persen dari ekspor Venezuela.

Terbatasnya likuiditas membuat negara itu kesulitan membayar utang luar negeri. Sejumlah ahli memperkirakan utang Venezuela mencapai US$150 miliar.