Coffee Morning Kadin Kota Bekasi.(ist)

Kadin Fasilitasi Pelaku UMKM Pasarkan Produk

BEKASI (IndepensensI.com)-  Berbagai produk yang dihasilkan  pelaku UMKM Kota Bekasi berpotensi membuka peluang pasar luar negeri. Diantaranya garmen, batik, aksesoris sampai tas.

Terkait hak itu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memfasilitasi pelaku usaha industri kreatif dan produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah
setempat untuk pemasaran hingga ke luar negeri.

Penjelasan itu diungkapkan Ketua Kadin Kota Bekasi, Choiril Astari, kemarin saat coffee morning dengan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, kemarin.

Menurut dia, peluang pemasaran produk Kota Bekasi hingga ke luar negeri tengah terbuka lebar, sebab produk yang dihasilkan oleh UMKM di wilayah itu dinilai  sangat bagus.

Dalam acara itu, praktisi UMKM dari perwakilan pengusaha, pemerintah daerah, Kadin di Kota Bekasi dikumpulkan untuk diberikan pemahaman seputar proses ekspor barang ke luar negeri.

Disebutkan, nilai ekspor barang di Kota Bekasi setiap tahunnya mengalami fluktuasi, namun mengalami tren penurunan sejak 2014.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, nilai ekspor pada tahun 2012 mencapai sebesar USD 983.515.065,83, tahun 2013 sebesar  USD570.698.208.03.

Namun pada periode 2014 nilai ekspor menurun USD 526.331.378,12,  tahun 2015 menjadj  USD 427.797.043,12, dan 2016 sebesar USD357.984.953.

“Diklat ini untuk memfasilitasi pelaku usaha menjadi eskportir handal bagi produknya,” katanya.  Oing menambahkan, sampai dengan saat ini belum banyak produk UMKM
yang bisa diekspor ke luar dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka
mengenai pemasaran global.

“Kadin sebagai organiasi yang menaungi pelaku usaha hanya sebatas memfasilitasi diklat dan akses permodalan ke perbankan, tidak sampaivmembantu membiayai untuk ekspor produk, sebab biayanya memang tidak
sedikit,” katanya. (jonder sihotang)