Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.(ist)

Rahmat Effendi Ingin Wujudkan Pendidikan Gratis 12 Tahun

BEKASI (IndependensI.com)-  Secara umum, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) Kota Bekasi, tahun 2016 sebenarnya sudah terealisasi secara kwantitas. Bahkan  sudah melebihi target. Hanya saja mungkin secara kwalitas, masih perlu ditingkatkan.

“RPJMD kita secara kwantitas sudah melebihi pada tahun 2016. Makanya kemudian ada perubahan RPJMD di tahun 2016,” ujar  Wali Kota  Rahmat Effendi ketika DPRD Kota Bekasi memberitahukan bahwa jabatannya bersama wakilnya Ahmad Syaikhu, akan berakhir 10 Maret 2018.

Namun Rahmat masih punya ambisi untuk mewujudkan pendidikan gratis 12 tahun sesuai amanat undang-undang. Untuk hal lain seperti banjir dam macet sudah mulai bisa diurai dengan sejumlah program penanggulangan banjir dan macet, katanya.

“Yang masih kita inginkan itu Kota Bekasi sekolah gratis sampai SMA baik negeri atau swasta semua gratis,” tututrnya.

Sebagaimana diketahui, Rahmat ikut kembali dalam Pilkada serentak Kota Bekasi 2018.
Namun pertanggal 12 Februari 2018 Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu tidak lagi memimpin Kota Bekasi. Keduanya akan mulai cuti hingga jabatannya berakhir pada 10 Maret 2018 karena ikut dalam  Pilkada.

“Jabatan saya dan Pak Syaikhu itu berakhir 10 Maret 2018. Tapi mulai 12 Februari kita sudah cuti Pilkada. Saya ikut di Pilkada Kota Bekasi, Pak Syaikhu di Jawa Barat,” ujar Rahmat Effendi usai menghadiri paripurna istimewa DPRD pada  penyampaian habisnya jabatan keduanya, Kamis (1/).

Menyinggung kepemimpinannya bersama Ahmad Syaikhu, ia mengakui  memiliki kesamaan tekad memanjukan Kota Bekasi. “Selama lima tahun bersama dengan Syaikhu tidak ada kendala untuk memimpin Kota Bekasi.

“Kami berdua punya tekad sama yakni membangun Kota Bekasi. Jadi semua persoalan bisa kita atasi. Inilah yang namanya politik itu seni. Menjadi seni karena kita bisa berkolaborasi dan juga kami memiliki ilmu untuk memimpin,” katanya.

Disinggung soal suka duka memimpin Kota Bekasi, baginya biasa-biasa saja. “Dukanya kalau kita tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyat,” ujar Rahmat. (adv/humas/jon)