Tanam Perdana Program Alternative Development Aceh di Gampong Agusen Kab. Gayo Lues Prop. Aceh. (Humas Kementerian Pertanian)

Kementan Dukung Aceh Bebas Narkoba dengan Program Ini

GAYO (Independensi.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mendukung program Alternatif Development. Untuk itu Kementan telah mengalokasikan penyediaan alat mesin pertanian berupa traktor roda 2 sebanyak 25 unit, pompa air 10 unit, rice transplanter 5 unit, hand sprayer 50 unit, alat tanam jagung 30 unit dan cultivator 15 unit.

Demikian disampaikan Mukti Sardjono, Staf Ahli Menteri Pertanian mewakili Menteri Pertanian saat melakukan Tanam Perdana Program Alternative Development Aceh di Gampong Agusen Kab. Gayo Lues Prop. Aceh, dalam keterangan pers kepada Independensi.com, Selasa (27/2/2018).

Mukti menambahkan, untuk Tahun Anggaran 2018 Kementerian Pertanian telah mengalokasikan kegiatan di Kabupaten Gayo Lues berupa: (1) Tanaman Pangan: jagung hibrida 2.050 ha dan padi gogo seluas 310 ha, (2) Tanaman Perkebunan: intensifikasi kopi 200 ha dan peremajaan kopi 400 ha, (3) Tanaman Hortikultura: pengembangan Cabe Merah 25 ha dan Bawang Putih 10 ha.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues, Anggota DPR RI, DPRA, DPRK, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan mewakili Menteri Pertanian, wakil dari KLHK, Kementerian Koperasi, pejabat Kabupaten Gayo Lues dan lebih dari 500 masyarakat Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues menyampaikan terima kasih kepada BNN adanya Program Alternative Development yang di pusatkan di Gampong Agusen Kab. Gayo Lues. Wilayah ini merupakan salah satu daerah penghasil ganja. Saat ini ada sekitar 900 orang masyarakat Gayo Lues yang ditangkap karena kasus narkotika, dan 1.800 orang yang menjadi buron.

“Kami mengusulkan kepada Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan pengembangan kopi arabika dan tanaman prospektif lainnya yang secara agroklimat dapat dikembangkan,” kata Bupati Gayo

Dalam kesempatan tersebut Budi Waseso, Kepala BNN menegaskan Indonesia saat ini dalam status Darurat Narkoba. Korban Narkoba saat ini sudah kita jumpai hampir di semua lapisan masyarakat, dari orang dewasa sampai Balita.
Dampak penyalahgunaan NARKOBA telah merugikan bangsa dan generasi mudanya baik kerusakan fisik, psikis, sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan bangsa.
“Untuk itu kita menyatakan perang terhadap NARKOBA, “ tegas Budi

Pemerintah melalui BNN telah mendesain program Alternative Development (AD) yaitu sebuah program khusus untuk mengganti tanaman penghasil narkotika dengan tanaman pertanian. BNN juga melakukan berbagai pelatihan kepada lapisan masyarakat. BNN saat ini sedang menyiapkan INPRES sehingga program ini dapat terdukung oleh semua pihak dapat terlaksana seperti yang diharapkan.

Pada acara tersebut juga dilakukan penanaman perdana kopi arabika dan pemberian secara simbolis benih cabe kepada Bupati Gayo Lues oleh Staf Ahli Menteri Pertanian. (eff)