REKOR DUNIA - Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta (ketiga dari kanan) bersama Ketua Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Sapta Nirwandar berfoto bersama usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk acara pencatatan rekor dunia Senam Nusantara (Poco-poco), Senin (12/3/2018). Adapun acara pemecahan rekor tersebut pada Minggu (5/8/2018), sekaligus menyambut pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta. (Istimewa)

Senam Poco-poco Bidik Rekor Dunia

JAKARTA (IndependensI.com) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) menggunakan Asian Games 2018 untuk menggaungkan pelaksanaan pemecahan rekor dunia senam poco-poco nusantara. “Memang kami menggunakan momentum Asian Games untuk menggelar kegiatan ini. Saat itu mata dunia menuju Indonesia. Makanya harus dimaksimalkan,” kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta seperti dikutip Antara, Senin (12/3/2018).

Sesuai dengan rencana, kegiatan pemecahan rekor dunia poco-poco itu akan dipusatkan di Jakarta, 5 Agustus. Namun, ada upaya pelaksanaan senam asli Sulawesi Utara ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus. Menurut dia, pada pemecahan rekor dunia poco-poco tersebut pihak Kemenpora menyerahkan pelaksanaannya ke FOKBI. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan arahan berikut pendanaan untuk pemecahan rekor yang akan dicatatkan ke Guinness World Records itu.

“Kami memberikan keleluasaan penyelenggara untuk memaksimalkan kegiatan ini. Harapkan kami, pemecahan rekor ini sukses,” kata Isnanta menambahkan. Isnanta menjelaskan, selain untuk memecahkan rekor, kegiatan ini juga akan dijadikan media untuk sosialisasi ke masyarakat dunia. Apalagi akan banyak warga negara asing ke Indonesia melalui kegiatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Sementara itu Ketua FOKBI Sapta Nirwandar mengatakan untuk mencetak rekor dunia itu pihaknya terus bergerak cepat dan target peserta yang diharapkan sebanyak 60.000 peserta dan 15.000 orang tim pendukung. “Pengenalan poco-poco memang terus dilakukan bahkan sudah masuk ke Inggris maupun Amerika Serikat. Bahkan sebelumnya poco-poco sudah mencetak rekor MURI. Kami optimistis pelaksanaan rekor dunia bisa tercapai,” ujar Sapta.

Untuk mencetak rekor dunia ini diakui oleh FOKBI tidak mudah karena harus mewakinkan pihak Guinnes World Records. Namun demikian pihaknya yang didukung penuh oleh Kemenpora untuk terus meyakinkan pihak terkait untuk merealisasikan targetnya. “Kami beberapa bulan melakukan koordinasi di London dan menyatakan syaratnya sangat rumit dan detail. Tapi hasilnya FOKBI dan Kemenpora berhak untuk mencetak rekor dunia senam poco-poco tahun 2018,” kata Ketua Program Pemberdayaan FOKBI, Lily Karmel.