Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji menerima tim P2W-KSS Jabar. (humas)

Tim Verifikasi P2W-KSS Jabar ke Kota Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji menerima rim verifikasi awal Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2W-KSS) Provinsi Jawa Barat bertempat di Kelurahan Kayuringin Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (15/03/2018).

Tim P2W-KSS menyelaraskan seluruh program dan bantuan dari setiap organisasi perangkat daerah terkait organisasi kewanitaan, serta pihak swasta dititik beratkan di satu RW dengan sasaran menjadikan perempuan bukan sebagai subjek melainkan menjadi objek dalam pembangunan di tingkat Kelurahan.

Hal itu didasari  karena perempuan juga memiliki hak yang sama dengan kaum pria dalam mengisi dan mendukung pembangunan secara aktif.

Kelurahan Kayuringin Jaya menjadi satu titik tim verifikasi awal dengan melibatkan 100 kepala keluarga dari tahapan keluarga pra sejahtera dan sejahtera tahap satu  sebagai keluarga binaan. Salah satunya pengelolaan antara lain dengan meningkatkan partisipasi serta perwujudan kaum perempuan dalam pembangunan menuju keluarga sehat sejahtera.

Sekda Rayendra  mengucapkan selamat datang kepada tim verikasi awal P2W-KSS di Kota Bekasi yang penuh dengan perubahan dan perkembangan.  Kota Bekasi katanya, masyarakatnya  terdiri  berbagai suku, budaya, agama, dan ras. Tapi bisa menciptakan suasana yang harmonis.

Ini sebagai wujud nyata, bahwa kinerja selama ini selain dari kepala pemerintahan yang memimpin Kota Bekasi  kerja keras dalam perubahan juga di dorong motivasi dari warga Kota Bekasi.

Sekdamemberikan apresiasi terhadap kerja keras selama ini terutama  ibu ibu dari RW 23 Kelurahan Kayuringin Jaya,  Kecamatan Bekasi Selatan sebagai daerah binaan P2W-KSS.

Dijelaskan juga bahwa peran wanita di Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, dan organisasi wanita lainnya dangat aktif dan meghasilkan beberapa penghargaan untuk Kota Bekasi.

Ketua Tim Verifikasi P2W-KSS, R Bondan Suratmo mengutarakan sebagai awal rencana pembangunan kelurahan yang dipilih oleh kepala daerah untuk menjadi sasaran program.

Ditambahkan, untuk kualitas hidup perempuan, sinegritas terpadu hidup miskin bagi warga yang akan dibina dalam peningkatan kualitas SDM dan kehidupannnya terutama di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Diingatkan perlunya pengawasan ketat dari pemerintah terkait perempuan dan anak anak dengan bahaya bully, pronografi, KDRT, para pekerja wanita dibawa usia  dan merebaknya usia anak menjadi pedagang dan pengemis di perampatan jalan lampu merah. Ini menjadi tugas penting dari pemerintah, agar lebih waspada dan peran keluarga sangat penting. (adv/humas/jon)