![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, masuki musim penghujan yang akan datang, Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, selenggarakan apel kesiapsiagaan dan latihan SAR Gabungan Tahun 2025.
Latihan selama tiga hari, diawali apel bersama di halaman Plaza Pemkot Kota Bekasi dipimpin Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Haris Bobihoe, kemarin.
Ada 50 lembaga dan organisasi dilibatkan, diantaranya BPBD Kota dan Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, PMI, BAZNAS, Diskominfostandi, Tagana, serta sejumlah lembaga kemanusiaan dan komunitas relawan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Human Initiative, dan SAR Astra.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, Desiana Kartika Bahari menjelaskan, latihan ini merupakan upaya memperkuat koordinasi dan kemampuan teknis personel dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), khususnya menghadapi potensi bencana alam banjir di wilayah Kota Bekasi.
“Sinergi antara unsur pemerintah, TNI/Polri, dan relawan sangat penting untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Kegiatan latihan meliputi simulasi penanganan korban banjir, teknik pertolongan di permukaan air, evakuasi, hingga koordinasi lintas sektor. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sistem tanggap darurat yang lebih solid dan cepat di wilayah Kota Bekasi.
Jika terjadi bencana, para petugas yang sudah terlatih diharapkan dapat lebih cepat dan tanggal memberikan bantuan kepada masyarakat.
Diketahui, di Kota Bekasi, bencana banjir menjadi salah satu yang paling sering terjadi apalagi jika ada banjir kiriman dari Kabupaten Bogor, menggenangi sejumlah perumahan dan pemukiman terutama yang ada di sisi sepanjang Kali Bekasi. (jonder sihotang)

