Ilustrasi. (Dok/Ist)

Angkat Besi Antisipasi Kelas 62 kg

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim angkat besi Indonesia mengantisipasi persaingan ketat dari empat negara yang akan turun pada kelas 62 kilogram putra pada Asian Games 2018. Hal ini terkait dengan persetujuan Dewan Olimpiade Asia (OCA) terhadap pertandingan kelas itu.

“Pertandingan nomor kelas 62 kilogram itu juga diminati kontingen lain di Asia dan bukan hanya Indonesia. Tim Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam akan bersaing ketat dengan atlet-atlet kami,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Djoko Pramono seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/03/2018).

PABBSI, kata Djoko, masih tetap optimistis merebut dua medali emas dalam Asian Games 2018 dengan pemenuhan kebutuhan pelatnas angkat besi dan evaluasi rutin setiap tiga pekan sejak Februari hingga Juni. “Kami masih tetap dengan target dua medali emas meskipun kami punya beberapa atlet yang akan menjadi kuda hitam dalam Asian Games nanti,” kata Purnawirawan Marinir TNI Angkatan Laut itu.

Lebih jauh Djoko mengatakan, dukungan terhadap atlet-atlet pelatnas angkat besi Indonesia di Mess Marinir Jakarta Pusat sudah menyamai dukungan pelatnas seperti Korea Selatan dan Korea Utara berupa fasilitas sauna, tim pijat (masseur), dan multivitamin. Atlet andalan Indonesia pada kelas 62 kilogram putra yaitu Eko Yuli Irawan, kata Djoko, kembali berlatih setelah kepastian penyelenggaraan nomor kelas itu oleh OCA.

Selain evaluasi setiap tiga pekan, Djoko mengatakan pemantauan terhadap peta kekuatan negara-negara lain yang akan turun dalam Asian Games ke-18 itu juga terus dilakukan tim PB PABBSI dengan melihat hasil kejuaraan resmi angkat besi internasional. “Angkat besi ini adalah olahraga terukur dan kami dapat memantau perkembangan negara lain dengan melihat hasil dari kejuaraan yang mereka ikuti,” kata Djoko.

Pelatih kepala tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan kepastian penyelenggaraan nomor kelas 62 kilogram putra membawa “angin segar” pada setiap latihan pelatnas PB PABBSI menyusul peluang Eko untuk merebut medali emas. “Latihan Eko terus menampilkan perkembangan meskipun dia baru kembali berlatih sejak dua pekan lalu setelah sembuh dari sakit tifus. Setidaknya, Eko sudah tidak ada beban psikologis,” kata Dirja.