Calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat acara buka puasa bersama di rumahnya di Medan, Selasa (6/6/2018). Foto: Carter Silverius Sitanggang

Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi : Saya Sehat-Sehat Saja

MEDAN (IndependensI.com) – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Edy Rahmayadi beberapa pekan terakhir diisukan mengalami Stroke. Ditemui di kediamannya Jl. Karya Amal No 29 Medan Johor saat acara buka puasa bersama, Rabu (6/62018), Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa dirinya menjalankan ibadah Umroh.

Umroh itu merupakan kegiatan ibadah yang menjadi hak privacy dari seseorang yang tidak bisa diganggu orang lain jadi buat apa diurusin,” kata Edy saat ditemui diacara buka puasa bersama dikediamannya.

Edy juga menjelaskan bahwa dirinya sehat walafiat dan bahkan Edy siap memberikan bukti hasil pemeriksaan kesehatannya. Kalau dia mau melihat hasil kesehatan saya, saya dapat membuktikan dengan memberikan hasil scan kesehatan saya,” tambah Edy mengklarifikasi berita miring yang menyebutkan dirinya terkena serangan stroke sehingga sempat tidak muncul ke publik beberapa hari. Padahal, dirinya sedang menjalankan ibadah umroh. “Itu berita bohong atau hoax,” katanya.

Melihat hal ini, Edy mengaku belum terpikir akan menempuh jalur hukum. Namun dia menegaskan, kalau tudingan umroh fiktif terus mencuat, dia akan melakukan tindakan tegas dan membawa hal ini ke ranah hukum.

“Sampai saat ini saya belum terpikir untuk melakukan tindakan, namun bila terus diusik, saya akan melakukan tindakan tegas dan akan membawa hal ini ke ranah hukum,’ tegas Edy.

Ditempat terpisah Ade Darmawan selaku Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Sumatera Bagian Utara (Amphuri Sumbagut) menuding Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara, memunculkan isu umroh untuk menutupi sakitnya.

“Saya tidak asal menuduh, saya dapat membuktikan dengan sistem yang ada untuk mencari kebenaran apakah Pak Edy Rahmayadi benar melakukan Umroh atau tidak,” kata Ade sambil menjelaskan dasar tudingannya dengan menunjukkan cara mencari data seseorang yang ikut umrah.

“Saya dapat nomor paspor Pak Edy dari teman. Setelah saya masukkan, tidak ada data apapun. Saya memasukkan nomor paspor teman saya yang memang umrah, keluar foto, nama dan kepentingannya di Arab,” kata Ade.

Ade juga menambahkan tidak takut jika tudingannya dinilai melakukan kampanye hitam (black campaign). “Saya tidak takut jika tudingan saya dinilai black campaign, Saya selaku warga Sumut hanya ingin para calon pemimpin di Sumut berkata jujur, yang saya lakukan bukan untuk menyudutkan Pak Edy.

Dalam Islam dianjurkan memilih pemimpin yang jujur dan amanah. Bagaimana kita mau dipimpin seorang pemimpin yang diawal saja sudah bohong?” kata Ade.

Kuasa hukum Ade Darmawan, Sastra mengatakan, apa yang dilakukan kliennya adalah untuk mengklarifikasi ucapan Edy Rahmayadi yang meminta agar orang yang memfitnahnya segera bertaubat.

Sastra menganggap, ucapan itu merugikan Ade dan profesinya sebagai pengusaha. “Klien kami ini berinisiatif mencari tahu apakah benar Pak Edy berangkat umrah. Setelah diselusuri, ternyata tidak,” tegas Sastra. (Carter Silverius Sitanggang)