Ilustrasi. Jalur Kereta. (Ist)

Korsel-Korut Berencana Hubungkan Jalur Kereta

JAKARTA (Independensi.com) – Pejabat Korea Utara dan Korea Selatan bertemu untuk membicarakan rencana menghubungkan jalur kereta api antar-negara.

Wacana ini didiskusikan Seoul dan Pyongyang untuk pertama kalinya sejak 2008 lalu Korut memutus jalur kereta kedua negara.

Upaya ini sesuai dengan kesepakatan antara pemimpin kedua negara, Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un, setelah bertemu untuk pertama kalinya pada 27 April lalu.

Salah satu poin kesepakatan itu adalah memperbaiki relasi kedua negara, termasuk dengan menghubungkan kembali jalur kereta tersebut.

Rencana ini dianggap bisa mengubah hubungan kedua Korea yang telah lama terpisah menjadi lebih terintegrasi.

Penghubungan jalur kereta ini juga dinilai akan membawa perubahan fundamental bagi warga Korut-Korsel yang belum pernah berkomunikasi secara langsung sejak kedua negara terpisah akibat gencatan senjata Perang Korea 1953 lalu.

Selain itu, rencana ini juga dianggap mampu memperbesar peluang Korsel terhubung dengan pasar China, Rusia, bahkan Eropa.

Moon bahkan mengatakan bahwa menghubungkan jalur kereta antar-Korea dengan jalur trans-Siberia bisa membawa “keuntungan ekonomi besar” bagi Korsel, Korut, hingga Rusia.

Meski begitu, Kepala delegasi Korsel, Kim Jeong-ryeol, mengatakan setiap langkah praktis terkait pemulihan hubungan dengan Korut, terutama dalam hal ekonomi, baru bisa terjadi jika sanksi atas negara pimpinan Kim itu sudah dicabut.

“Tapi kami bisa meneliti dan mempelajari berbagai proyek yang bisa kami kejar dan kerjakan setelah sanksi dicabut,” kata Kim.

Selama ini, Korsel dan Korut sebenarnya memiliki jalur kereta api yang terhubung. Jalur kereta itu dibangun pada awal abad ke-20 oleh Jepang jauh sebelum Perang Korea pecah dan kedua negara terpisah.

Jalur tersebut bisa menghubungkan Seoul dengan Pyongyang, bahkan Sinuiju di perbatasan China.

Awal 2000, Korsel juga membangun Stasiun Dorasan didekat perbatasan untuk menghubungkan kedua negara.

Pada 2007, kereta barang bermuatan material mulai beroperasi dari Korsel melewati Stasiun Dorasan menuju Kawasan Industri Kaesong di Korut.

Namun, Korut memutus hubungan jalur kereta itu pada 2008 karena menganggap Korsel menerapkan kebijakan yang berlawanan dengan Pyongyang.