![]()
BEKASI (Independensi.com)- Pasca kecelakaan dua kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi yang menyewakan 16 orang dan melukai 91 penumpang Commuter Online trayek Jakarta-Bekasi, pekan lalu, kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan, menutup 29 titik perlintasan sebidang.
Penutupan dilaksanakan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penertiban di perlintasan sebidang.
Penertiban perlintasan sebidang dilaksanakan melalui pengaturan skala prioritas, inventarisasi serta penguatan sarana dan prasarana keselamatan bersama pemangku kepentingan terkait.
“Setelah perlintasan sebidang telah ditutup, kami mengajak masyarakat tidak membuka kembali,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kemarin.
Diminta agar masyarakat tidak membuat perlintasan baru sepanjang rel kereta api. PT KAI mendata, telah melakukan penutupan 29 titik perlintasan dan penyempitan lima titik perlintasan periode 27 April hingga 9 Mei 2026.
Sebagaimana diketahui, kecelakaan kereta api gerbong KRL Commuter line ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) pukul 21.00 WIB
Saat itu, evakuasi para korban sempat menerjunkan tim gabungan Basarnas, Polri, TNI dan petugas pemadam kebakaran.(jonder sihotang) AQ

