kelas ETCC 3000 seri 3 ISSOM
Kelas ETCC 3000 seri 3 ISSOM. (foto istimewa)

Setiawan Optimis Hadapi ETCC 3000 Seri Keempat di ISSOM

JAKARTA (IndependensI.com) – Keuntungan keunggulan sebagai pembalap international, Setiawan Santoso melaju kencang di kelas ETCC 3000 seri 3 ISSOM di Sentul International Circuit, Bogor, Minggu (15/07/2018).

Meski start dari posisi kedua, namun tak perlu waktu lama untuk mengambil alih posisi pertama dari pemegang pole, Benny Santoso.

Pembalap R-Speed Racing Team asal Surabaya ini menyudahi balapan dengan total waktu 21:14.918. Sedangkan Benny, salah satu pembalap senior Indonesia memperkuat tim Sigma Speed finish kedua dengan total waktu 21: 36.439.

Juara tiga oleh Rudy SL dari tim Fastron Jakarta Ban Motorsport yang menggeber Porsche Carrera dengan waktu 21: 41.553.

“Puji Tuhan, bisa menang. Soal saya sempat dua kali naik podium di Ferrari Challenge Asia Pacific berpengaruh apa enggak dengan cara bawa balap saya di Sentul, enggak banyak pengaruhnya.Ya, jam terbang aja yang bertambah,” ujar Setiawan tentang balapannya di Cina dan Jepang itu.

Meski juara 1, tapi Setiawan masih berada di posisi kedua klasemen sementara di bawah Rudy SL (46),  namun sudah di atas Benny dengan 27. Sedang Setiawan dengan 31 poin.

Pasalnya di seri 2 lalu dia tidak finish sehingga tidak mendapatkan poin sama sekali. “Ya, masih ada 4 seri lagi. Mudah-mudahan tidak ada kendala nanti,” ujar penggeber BMW E-46 M3 ini santai.

Sementara itu, Gerhard Lukita yang baru lulus SMA dan segera akan kuliah di Taiwan ini layak diacungi jempol. Bagaimana tidak, Gerhard yang kalau tidur masih sekamar dengan kedua orang tuanya ini kembali mencetak juara di 3 kelas berbeda.

Yakni juara 1 kelas Euro 2000, STC BMW 3600 dan Euro 3000. Tak hanya itu, Gerhard juga naik podium sebagai juara 2 Overall STC 1 umum serta overall BMW Porsche M3.

“Seru banget di seri 3 ini. Di ETCC 2000 dapat personal record. ETCC 3000 standar bisa finish overall ke-2 di STC, start kelima, fight dengan senior-senior sekelas Ricky (Integra), Setiawan (Honda S2000) dan Rudy SL (Porsche),” ujar Gerhard.

Hebatnya lagi, andalan tim ABM Motorsport ini finish di depan mereka dan record laptime 1:45 untuk 3000 stroke standar.

Lalu, di M3 Euro 3000 Rising Master, putra pembalap senior Jimmy Lukita juga finish kesatu. “Luar biasa Gerhard. Keberhasilan plus plusnya kali ini membakar semangat tim ABM Motorsport secara keseluruhan dengan raihan yang membanggakan,” komentar Paul Montolalu, CEO ABM Motorsport.(BM/ist)