Tinton Soeprapto
Tinton Soeprapto (kanan). (foto istimewa)

Tommy Soeharto Bicara MotoGP

JAKARTA (IndependensI.com) – Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto, selaku Komisaris Utama PT Sarana Sirkuitndo Utama (SSU), pemilik Sentul International Circuit, Bogor, memberi sinyal positif.

Tommy menyatakan telah mengijinkan diselenggarakannya kembali balap motor paling akbar di dunia itu di sirkuit international yang terletak di desa Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut.

“Kepada saya, Pak Tommy menyatakan telah mengizinkan dan memberi restu MotoGP kembali digelar di sirkuit Sentul, seperti yang pernah dilakukan pada 1995 dan 1996 lalu,” ujar Tinton Soeprapto, Presdir PT SSU di sela acara balap mobil ISSOM di Sirkuit Sentul, Minggu (25/03/2018).

Tinton menambahkan bahwa penyelenggaraan MotoGP di Sentul adalah karya anak bangsa, dan ini adalah pesta rakyat, karena sebagian besar rakyat Indonesia adalah pemakai Motor.

Oleh karena itu Tinton mengharapkan dukungan dari semua pihak agar penyelenggaraan MotoGP di Sentul dapat segera terwujud. “Yang penting kita harus gotong royong, keroyokan dan kerja, kerja, kerja,” imbuh Tinton.

Keroyokan yang dimaksudkan adalah melibatkan semua pihak, terutama yang terkait dengan industri kendaraan sepeda motor. Ada pabrikan Honda, Yamaha hingga Suzuki yang bermain di balap MotoGP.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan meminta agar segera dilakukan persiapan secara kongkrit dan tidak hanya berwacana.

“Kepada teman-teman media, tolong dibantu pemberitaan terkait rencana penyelenggaraan MotoGP di Sentul secara positif dan konstruktif,” ujar mantan Panglima TNI ini.

Dua jagoan dari dua pabrikan tim berbeda antara lain Haridarma Manoppo (Toyota Team Indonesia) dan Alvin Bahar (Honda Racing Indonesia) sama-sama sial di saat menjalani putaran pertama ISSOM 2018 kelas kejurnas ITCC 1600 max, Minggu (25/3) di Sirkuit Sentul.

Haridarma Manoppo yang start dari pole position sebenarnya langsung memulai lomba dengan agresif, namun tak berlangsung lama Hari harus keluar lintasan tepat di lap pertama. “Tiba-tiba nggak ada throttle nya, sepertinya trouble di wire,” kata Hari.

Lain cerita dengan Alvin Bahar, andalan runner up musim 2017 kemarin harus gagal finish saat bertarung di 3 besar di lap-lap akhir.

Alvin yang sedang mengejar dua pembalap TTI didepannya yaitu Alinka Hardianti dan Demas Agil mengalami kejadian unik. Ban depan sebelah kiri mobil Honda Jazz miliknya terlepas saat memasuki tikungan S kecil.

Hasilnya Alvin pun harus keluar lintasan dan gagal mengakhiri balapan di podium. Padahal sebelum race, dirinya berambisi untuk mengawali seri pertama dengan hasil maksimal.(BM/ist)