Ribka Vania Juara MLAO 2018 di Malaysia, 1-3 Agustus 2018. (Foto: Dokumentasi)

Membedah Kekuatan Timnas Golf Asian Games 2018

JAKARTA (IndependensI.com) – Golf, menurut para pengamat, adalah cabang olahraga yang sulit untuk diprediksi hasil akhirnya. Karena, selain olahraga tersebut waktunya tidak tetukur, lawan yang dihadapi pun (dalam arti yang sesungguhnya) adalah diri sendiri.

Apabila seorang pegolf dalam sebuah kejuaraan dapat mengendalikan dirinya serta tidak terpengaruh sama sekali dengan rekan sepermainannya atau pairing yang menguasai course management dengan baik dan benar (mampu membuat sekali pukul bolanya on the green di par 3, dua pukulan on the green di par 4 dan tiga pukulan on the green di par 5), maka berbagai kemungkinan masih akan berubah setiap saat.

Apalagi dalam sebuah kejuaraan resmi biasanya setiap pegolf biasanya bermain sebanyak 54 hole dan/atau 72 hole, sehingga bukan tidak mungkin pegolf yang pada ronde pertama bermain kurang bagus akan segera melakukan recovery permainannya pada ronde berikutnya. Sebaliknya pegolf yang leading di ronde pertama bisa saja akan menurun performance-nya di ronde berikutnya akibat terlalu over confident.

Situasi dan kondisi yang mewarnai para pegolf di arena kejuaraan seperti itulah yang disadari betul oleh Alga Topan — pelatih golf nasional yang mendampingi para pegolf pelatnas yang akan berlaga di Asian Games XVIII di Jakarta Palembang yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018.

Bisa dimaklumi karena Alga memang sudah sangat berpengalaman di arena persaingan golf sejak junior, amatir dan profesional — baik di dalam maupun luar negeri.  Tapi, diakuinya bahwa saat dia masih berstatus amatir dan beberapa kali mengikuti kejuaraan di luar negeri, para pemain yang berada dalam tim berasal dari strata sosial yang berbeda-beda, sehingga disadari atau tidak oleh pribadi lepas pribadi terjadi kesenjangan yang seharusnya tidak boleh ada dalam sebuah tim.

Alga Topan

“Tapi sekarang eranya sudah jauh berbeda dengan era saya pada lima belas atau dua puluh tahun yang lalu,” ujarnya. “Dulu, anak-anak yang berada dalam satu tim, ada yang orangtuanya bekerja di lapangan golf, ada juga yang berasal dari lingkungan keluarga pengusaha dan pejabat,” tambahnya.

Lebih jauh Alga mengungkapkan bahwa saat ini di timnas golf Asian Games XVIII, yang anggotanya terdiri dari Naraajie Emrald Ramadhan Putra, Kevin Caesario Akbar, Jonathan Wijono, Almay Reyhan Yaquta (tim putra), Rivani Adelia Sihotang, Ida Ayu Melati Puteri, Ribka Vania, Marcella (tim putri), semuanya berasal dari lingkungan keluarga yang mapan secara sosial ekonomi.

Dari latar pendidikan pun rata-rata mereka lulus SLTA dan bahkan saat ini ada yang mendapat bea siswa dari luar negeri serta kuliah di universiatas negeri ternama di Indonesia. Dan, tanpa menafikan keberadaan para pegolf pendahulu yang pernah menjadi penghuni pelatnas, para pegolf pelatnas saat ini selain memiliki kemampuan teknis yang tidak jauh berbeda dengan bakal calon kompetitor mereka dari luar negeri, para pegolf anggota timnas Asian Games XVIII juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik, sehingga mereka lebih percaya diri saat berada di lapangan.

Kedelapan pegolf anggota pelatnas tersebut layak dijuluki sebagai Best of the Best, karena sebelum mereka terhimpun dalam pemusatan latihan mereka harus melewati tahapan seleksi yang sangat ketat. Dan, ketatnya persaingan dalam tahapan tersebut membuat beberapa pegolf terbaik lainnya, yang semula diperkirakan bakal lolos seleksi, dengan sangat menyesal mereka harus memupus keinginan mereka untuk bisa mewakili Indonesia dalam pesta olahraga multi event empat tahunan di Benua Asia yang pelaksanaannya tinggal lima belas hari.

Seperti diketahui, sejak tujuh bulan yang lalu kedelapan pegolf anggota pelatnas tinggal di apartement yang berlokasi di Jakarta Selatan yang berada tidak jauh dari Pondok Indah Golf Club yang akan menjadi venues cabang olahraga golf Asian Games XVIII 2018 di Jakarta dan Palembang.

Selama berada di pelatnas, segala keperluan mereka menjadi tanggungjawab negara: dari gizi, nutrisi, kesehatan, perlengkapan olahraga sampai uang saku.

Untuk memantapkan kemampuan teknik dan mental bertanding mereka, kedelapan pegolf anggota timnas yang dilatih oleh duet pelatih dari Australia David Milne – Lawrie Montague dan Alga Topan tersebut, telah melakoni try out baik di dalam maupun luar negeri dengan hasil yang sangat positip.

Yang terbaru program try out yang mereka lakoni sebelum mereka bahu-membahu demi kejayaan golf Indonesia di ajang Asian Games XVIII 2018, Naraajie, Kevin, Almay dan Jonathan memperkuat tim golf IGT (Indonesia Golf Tour) yang akan duel meet melawan tim golf PGM (Professional Golf Malaysia), sedangkan Rivani, Ida Ayu, Vania dan Marcella akan tampil dalam Annual Event Malaysia Ladies Amateur Open Championship 2018 pada 1-3 Agustus 2018. Kedua event tersebut berlangsung di Malaysia. Dan, Ribka Vania keluar sebagai juara MLAO 2018 dengan skor 217 pukulan (77-70-70) pukulan atau +1.

Menjawab pertanyaan, telah sampai sejauh mana kemampuan bertanding timnas golf Asian Games dalam berbagai event yang mereka ikuti, Alga Topan sangat bersyukur karena di timnas Asian Games ada pemain yang bisa menjadi penyeimbang bagi pemain lainnya — baik di dalam tim putra maupun tim putri.

“Bisa dijelaskan maksudnya?” tanya independensi.com kepada pelatih golf nasional yang bergelar SE tersebut.

Sambil tersenyum, Alga Topan menjawab:

“Karakter pegolf timnas, baik tim putra maupun tim putri, didominasi oleh pemain yang bertipe offensif dan defensif. Pemain ini dalam setiap event yang mereka ikuti terutama dalam program try out, mampu bermain under di ronde-ronde awal… Tapi, pada ronde berikutnya, mereka tidak mampu menambah deposit pukulan yang telah mereka bukukan … Ibaratnya, kalau bisa digunakan grafik. Awalnya grafik mereka melonjak tinggi, tapi pada saat yang lain grafiknya melorot tajam… Itulah pemain yang berkarakter menyerang.”

“Sebaliknya, pemain bertahan, grafiknya datar-datar saja. Tapi, pada saat rekannya yang berkarakter menyerang melorot permainannya, pemain yang berkarakter bertahan yang grafiknya datar-datar saja justru berhasil membukukan skor under. Dan, keberadaan pemain penyeimbang, dalam pengamatan saya setelah tujuh bulan lama saya bersinggungan dengan mereka di pelatnas, secara langsung atau tidak, kehadirannya bisa memotivasi pemain lain yang berkarakter defensif untuk bangkit dari keterpurukan… ”

Lalu, siapakah nama pemain penyeimbang baik yang di timnas putra maupun putri? Menjawab pertanyaan ini, dengan penuh penekanan, pelatih golf nasional asli Sawangan, Depok, Jawa Barat yang mulai menggeluti olahraga golf sejak berusia 5 tahun, itu, mohon agar IndependensI.com tidak menuliskan nama pemain yang menjadi penyeimbang, baik di timnas putra maupun putri.

“Karena saya tidak ingin kekompakan tim secara keseluruhan akan terganggu gara-gara pemain penyeimbang namanya diekspose media,” kata Alga Topan, serius.

Cabang olahraga golf Asian Games XVIII 2018 akan berlangsung pada Kamis 23 Agustus hingga minggu 27 Agustus 2018 di Pondok Indah Golf Club.

Para pegolf amatir terbaik dari Asia diperkirakan bakal tampil all out untuk memperebutkan medali emas, perak dan perunggu nomor perorangan putra dan putri serta beregu putra dan putri – demi kejayaan kontingen negara mereka masing-masing di ajang Asian Games XVIII 2018.

“Target timnas?”

“Harus bisa merebut medali. Apa pun bentuknya,” jawab Alga Topan, tegas, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mewaspadai pegolf dari Korea, Chinna, Jepang, Chinna Teipei, Philippina, Thailand juga pegolf dari negara Timur Tengah dan Asia Barat. “Saya optimis karena kita tuan rumah!” Alga Topan mengakhiri perbincangan dengan independensi.com dan mengharap dukungan doa dari komunitas golf di seluruh Indonesia agar timnas golf kita bisa mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara. (Toto Prawoto)