Jokowi dan KH Ma'ruf Amin
Jokowi dan KH Ma'ruf Amin serta Jusuf Kalla. (foto istimewa)

PKB Tegaskan Perlu Penajaman Revolusi Mental

JAKARTA (IndependensI.com) – Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, menolak jika keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres dianggap menonjolkan politik identitas.

Menurut Karding, politik identitas justru ditonjolkan oleh tim pemenangan yang tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto. “Bahkan selain 212 dan sebagainya, juga terus dikumandangkan dari hari ke hari sejak tahun lalu,” kata Karding di Menteng, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Karding menganggap, keputusan Jokowi memilih Kyai Ma’ruf membuktikan bahwa seluruh tudingan yang disematkan kepada Jokowi antiIslam dan ulama telah gagal.

“Justru sebenarnya yang terjadi adalah kalau mau jujur, itu pengabaian terhadap Itjimak para Ulama itu satu versi dijawab oleh tim kampanye dan tim dari Prabowo,” ungkapnya.

Karding yang menjabat wakil ketua umum tim kampanye Jokowi-Ma’ruf mengakui, dipilihnya Ma’ruf Amin menjawab serangan sebelah tentang sosok Jokowi, sekaligus menjadi jalan tengah yang bisa diterima oleh seluruh parpol pendukung.

Menurutnya, negara ini ke depan perlu penajaman revolusi mental sehingga kehadiran Kyai Ma’ruf dianggap sebagai sebuah jawaban. “KH Ma’ruf Amin ini sosok ulama yang hatinya baik, perilakunya baik, pengajar yang baik. Selama ini menekankan pendidikan moral dan agama itu penting,” tandasnya.(BM/ist)