PLN Diuntungkan dengan Turunnya Harga Minyak Dunia

JAKARTA (IndependensI.com) – Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, PT PLN (Persero) diuntungkan dengan situasi minyak dunia yang harganya mengalami penurunan. Menurutnya, dengan turunnya harga minyak membuat operasional PLN menjadi lebih efisien bahkan bisa mengurangi rugi kurs seperti yang sebelumnya terjadi.

“Lebih baik dalam arti operasional. Kita bisa lebih baik, karena kemarin kan kita rugi kurs, ini justru akan mengurangi biaya kita,” ujarnya, pada acara Kompas100 CEO Forum 2018, di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

PLN sendiri paling banyak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit diesel. Dengan penurunan harga minyak maka pengeluaran PLN juga akan menurun. Namun, Sofyan sendiri belum bisa mengatakan sebanyak apa penurunannya. “Belum tahu karena penurunan harga minyaknya juga baru seminggu ini kan,” imbuhnya.

Meski begitu Sofyan memaparkan bahwa PLN sendiri telah menurunkan pemakaian BBM sejak 2014. “Pemakaian BBM sendiri untuk di PLN sudah turun drastis,” pungkasnya.

“Dari 2014 itu tadinya 14 %, sekarang sudah menurun menjadi hanya sekitar 5-6%. Justru itu yg bikin kita efisien dan tidak perlu melakukan penyesuaian tarif,” jelasnya.

PLN juga ikut mempersiapkan sumber daya manusianya (SDM) agar dapat beradaptasi dengan percepatan perubahan global. Sofyan mengatakan pengembangan SDM merupakan fondasi dasar untuk masa depan.

“Kita memang harus mempersiapkan diri ke depan. Dalam rangka kembangkan SDM sebagai fondasi dasar di masa depan,” ujarnya.

Sofyan mengaku PLN telah melakukan usaha untuk mengembangkan sumber daya manusianya. “Sudah kami lakukan pendidikan vokasi semua telah berjalan,” ujarnya.

“Untuk para senior, kita juga lakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Pengembangan SDM ini juga dilakukan sebagai salah satu persiapan dan penguatan PLN untuk merespon tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan industri asing akan berbondong-bondong memasuki Indonesia.

“Tadi disampaikan industri akan datang ke Indonesia berbondong-bondong. Tentunya kita harus persiapkan energinya, energi yang betul-betul mumpuni baik harga, jumlah, dan kualitasnya,” ungkap Sofyan.

One comment

Comments are closed.