Kapal MV Aida Vita dengan membawa 426 orang anak buah kapal dan 1.179 wisatawan merapat di Pelabuhan Lembar NTT

11 Kapal Pesiar Akan ke Lombok

LOMBOK (Independensi.com) – Sebelas kapal pesiar berencana akan singgah di Pelabuhan Lembar, NusaTenggara Barat. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyatakan kesiapannya menerima dan memberikan pelayanan kenavigasian, keselamatan dan kepelabuhanan.

Pelayanan yang akan dilakukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar tersebut dimulai dari alur pelayaran, keselamatan pelayaran hingga kapal labuh dan sandar di pelabuhan Lembar serta menyiapkan kemudahan dan kecepatan pengecekan dokumen kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Capt. Hermawan di Lombok Jumat (4/1) mengatakan bahwa di sepanjang tahun 2019 rencananya 11 kapal pesiar mancanegara akan berlabuh di Pelabuhan Lembar. Penumpangnya akan berwisata di Pulau Lombok.

“Kedatangan kapal-kapal pesiar ini merupakan salah satu indikator kebangkitan industri pariwisata di Lombok pasca gempa bumi yang terjadi tahun lalu dan Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut siap mendukung dengan menerima dan memberikan pelayanan kenavigasian, keselamatan pelayaran dan kepelabuhanan untuk kapal-kapal pesiar tersebut,” ujar Capt. Hermawan.

Capt. Hermawan mengatakan hingga saat ini sudah 2 (dua) kapal pesiar yang berlabuh dan sandar di Pelabuhan Lembar sejak awal tahun 2019.

“Kapal pesiar sudah ada yang berdatangan sejak awal tahun 2019 antara lain kapal MV Star Legend dengan membawa 200 orang wisatawan mancanegara. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Lembar pada 1 Januari 2019 setelah sebelumnya singgah di perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur,” ujar Capt. Hermawan.

Selanjutnya, Kapal pesiar yang sudah sandar di Pelabuhan Lombok adalah kapal MV Aida Vita dengan membawa 426 orang anak buah kapal dan 1.179 wisatawan mancanegara.

“Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Lembar pada Rabu (2/1) dan telah melanjutkan pelayaran ke PelabuhanTanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kapal pesiar mewah tersebut juga sempat singgah di Pelabuhan Komodo, sebelum ke Pulau Lombok,” jelas Capt. Hermawan.

Pada kesempatan tersebut, Capt. Hermawan mengajak semua unsur untuk sama-sama membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk usai bencana gempa tahun lalu.

Capt. Hermawan menegaskan bahwa jajaran Ditjen Perhubungan Laut di Pelabuhan Lembar bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan unsur maritim lainnya di wilayah Lombok akan terus mengadakan kegiatan sosial seperti kegiatan trauma healing untuk para korban gempa Lombok.

“Saya mengapresiasi program-program sosial seperti trauma healing yang pernah dilakukan oleh KSOP Lembar dengan Dinas Perhubungan NTB, unsur maritim di Lombok yang ditujukan untuk para korban gempa bumi Lombok. Saya rasa hal tersebut diperlukan bagi masyarakat korban gempa terutama anak-anak agar tidak meninggalkan rasa trauma berkepanjangan dan NTB dapat segera bangkit pasca gempa,” tambahCapt. Hermawan.

Sebelumnya, untuk mendorong kapal pesiar asing masuk ke Indonesia, Kemenhub telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pemberian Kemudahan Bagi Wisatawan dengan Menggunakan Kapal Pesiar (cruise ship) Berbendera Asing.