Didesak Cuti, Jokowi : Tak Ada Aturan KPU yang Mengharuskan Capres Petahana Cuti Kampanye

JAKARTA (IndpendensI.com) – Calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, tak ada aturan yang memaksa seorang capres petahana mengambil cuti kampanye secara total. Hal ini dia katakan menanggapi desakan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno agar melakukan cuti kampanye di Pemilihan Presiden 2019.

“Ya ini aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum (KPU), semuanya kan berangkat dari aturan. Kalau aturan mengharuskan kita cuti total, ya saya akan cuti total,” kata Jokowi di Desa Botuwombatu, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Jumat (1/3/2019).

Mantan Wali Kota Solo ini menekankan KPU membolehkan capres petahana tidak mengambil cuti kampanye secara total. Dengan catatan, jika ingin berkampanye harus dilakukan pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu.

“Aturan KPU kan tidak mengharuskan itu, ya kan. Dan saya masih bisa bekerja, paling hari Sabtu atau Minggu. Lebih baik kan. Aturan memperbolehkan kok. Kalau aturan mengharuskan, ya saya akan cuti,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, anggota Tim Advokasi Hukum BPN Indra, meminta Jokowi melakukan cuti kampanye di Pemilihan Presiden 2019. Indra mencontohkan Cawapres Sandiaga Uno yang lebih bersikap jantan karena mundur dari Wakil Gubernur DKI demi mengikuti Pilpres 2019.

“Ayo gentle dong. Bang Sandi saja mundur, gentle juga dong Pak Jokowi, minimal cuti,” kata Indra di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Selasa (26/2).

Politikus PKS itu mengatakan, desakan cuti dilakukan supaya tak terjadi ‘abuse of power’ atau penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan. Selain itu agar tak terjadi penggunaan fasilitas negara selama Jokowi melakukan kampanye Pilpres.

“Itu Pak JK sanggup kok jadi presiden sementara, saya yakin Pak JK bijaksana,” imbuhnya.