Salah satu grup peserta turnamen kualifikasi WAGC Indonesia santai sejenak sebelum melanjutkan permainan. (Foto: Toto Prawoto)

WAGC Akan Menerapkan Sistem Gross Score

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebagai ajang kompetisi bagi para pegolf regular non atlet yang ingin menggapai prestasi pada level dunia, World Amateur Golfers Championship (WAGC) Indonesia, mulai April 2019 akan menerapkan gross score.”Meskipun begitu bukan berarti bahwa para golfer yang selama ini berpartisipasi dalam event yang kami selenggarakan, tertutup peluang mereka sebagai partisipan,” ungkap kordinator turnamen WAGC Indonesia, Wiryadi Setio,  saat ditemui independensi.com di Permata Sentul Golf Course, Cibinong – Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/03/2019) lalu.

“Sebab, bagaimanapun juga kami akan tetap memberi kesempatan kepada para partisipan  WAGR Indonesia yang sejak kurang lebih lima tahun lalu ikut berkompetisi terutama sejak kami memperkenalkan wadah tersebut (WAGC) kepada publik golf di tanah air,” tegas pak Wir, demikian sapaan akrab kordinator turnamen WAGC Indonesia itu.

Wiryadi Setio, Koordinator Turnamen WAGC Indonesia. (Foto: Toto Prawoto)

Dia menambahkan bahwa format gross score yang akan mulai diperkenalkan pada April mendatang tersebut khusus hanya diikuti oleh para golfer yang memiliki handicap single, dan nantibya mereka akan berkompetisi di Flight A dan Flight B, sementara peserta yang memperebutkan nett score akan berkompetisi di Flight C, D dan Flight E.

Menurut Wiryadi Setio, partisipasi para golfer handicap single memang sangat diperlukan. Selain agar turnamen WAGC Indonesia dalam melaksanakan babak kualifikasi menjadi lebih kompetitif, juga untuk menjaring sponsorship agar jumlahnya lebih banyak lagi dibandingkan dengan sponsorship yang sudah ada sekarang.

Merujuk pada fakta dan data yang ada, sejak event tersebut di-lounching kepada komunitas golf di tanah air — khususnya dan utamanya komunitas golf amatir regular non atlet yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi juara dunia – setiap kali babak kualifikasi digelar memang sudah ada beberapa sponsorship yang mendukung perhelatan tersebut.

Salah seorang pemain sedang menelesaikan permainannya saat WAGC Indonesia belum menerapkan gross score. (Foto: Toto Prawoto)

Dan, sebagai kordinator turnamen, dalam perbincangannya dengan IndependensI.com, Wiryadi Setio pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung event tersebut sejak WAGC Indonesia diperkenalkan kepada komunitas golf di tanah air.

“Ini membuktikan bahwa event yang kami selenggarakan bukan hanya event fun semata .. habis turnamen, juaranya mendapat piala, setelah itu tidak ada kelanjutannya .. Bukan .. bukan seperti itu. WAGC Indonesia, setiap kali menyelenggarakan turnamen babak kualifikasi, goal-nya jelas. Sebab, siapa pun yang menjadi juara di tingkat nasional, dia akan menjadi wakil Indonesia di WAGC tingkat dunia,” ujar pak Wir.

Menjawab pertanyaan, bagaimana tanggapan atau respon para golfer yang menyandang handicap single dengan akan diterapkannya gross score dalam babak kualifikasi nasional WAGC pada bulan depan, Wiryadi Setio mengungkapkan bahwa beberapa perkumpulan golf yang anggotanya sebagian telah memiliki handicap single menyambut positip gagasan tersebut.

“Salah satu perkumpulan, yakni Jakarta Master Club atau JMC,  mendukung gagasan kami. Waktu kami bertemu dengan Suharsono dari JMC, dia menyambut dengan sangat positif terhadap apa yang akan kami laksanakan pada bulan April mendatang,” ujar pak Wir sambil tersenyum. “Padahal, seperti diketahui, di Jabodetabek tidak hanya JMC saja yang anggota-anggotanya memiliki handicap single, tapi masih ada banyak perkumpulan golf lainnya yang para anggotanya sama dengan apa yang dimiliki oleh para golfer yang berhimpun di JMC,” tambah pak Wir, menegaskan.

Dengan demikian kordinator turnamen WAGC Indonesia ini optimistis bahwa babak kualifikasi WAGC Indonesia 2019 yang telah digulirkan sejak Oktober 2018 lalu tersebut akan menjadi kenyataan. “Mudah-mudahan setelah konsep diterapkannya gross score kami eksekusi pada April mendatang, harapan kami event yang kami selenggarakan  setiap akhir bulan tersebut semakin mengundang banyak pelaku usaha yang menyeponsorinya,” kata Wiryadi Setio mengakhiri perbincangannya dengan IndependensI.com. (Toto Prawoto)