foto birkompu

Puncak Acara HAD XXVII, Kementerian PUPR Tanam 200 Pohon Cemara Serta Tebar 150.000 Ekor Benih Ikan Nila dan Ikan Baung di Situ Lido Sukabumi 

SUKABUMI (IndependensI.com) -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) menggelar puncak peringatan Hari Air Dunia (HAD) ke XXVII tahun 2019  dengan  berbagai kegiatan diantaranya dengan melakukan  penanaman 1000 pohon di sekitar Situ Lido dan Tebar benih ikan di Situ Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (30/04/2019).

Tema peringatan HAD ke 27  “Semua Harus Mendapatkan Akses Air” , Peringatan Hari Air Sedunia diselenggarakan guna lebih meningkatkankan kesadaran massyarakat akan pentingnya air.

Melalui  aksi nyata bersama ini diharapkan pemahaman masyarakat akan pentingnya sumber daya air akan semakin meningkat di mana masyarakat tidak hanya memiliki hak atas air tetapi juga mempunyai tanggung jawab dan kewajiban bersama pemerintah untuk memelihara lingkungan dan sumber daya air.

Ketua Umum Hari Air Dunia XXVII 2019 Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air Muhammad Arsyadi, ME mengatakan, peringatan HAD XXVII diselenggarakan guna lebih mengingatkan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian kita terhadap kelestarian alam terutama yang menyangkut dengan sumber daya air.

Permasalahan terkait air baik banjir, kekeringan dan kelestarian sungai, danau dan embung tidak mungkin hanya diselesaikan oleh Pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus Bersama-sama masyarakat, akademisi dan swasta.

Untuk itu pada peringatan HAD XXVII tahun 2019 dilaksanakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Pusat dan Balai-Balai Wilayah Sungai di Seluruh Indonesia. Kegiatan – Kegiatan yang dilakukan pada Balai Besar dan Balai Wilayah Sungai antara lain :

Bersih-Bersih sungai sepanjang 88.258 Km; Bersih-Bersih Lingkungan,Penanaman pohon didaerah catchment area dan infrastruktur ke-PU-an, Donor darah, Tournament Gateball, Pembuatan Biopori, Penebaran benih ikan,Lomba mewarnai, menggambar, tari dan paduan suara, Sosialisasi Cuci Tangan yang benar menggunakan sabun, Pemanenan Air Hujan, Kuliah Umum, Seminar dan Sarasehan yang terkait dengan SDA dan Akses  Air, Seluruh kegiatan di BBWS/BWS tersebut dilaksanakan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait serta dengan melibatkan organisasi masyarakat peduli air dan sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai dengan Perguruan tinggi.

Rangkaian Kegiatan di Pusat meliputi : Kegiatan Publikasi dilaksanakan sejak minggu Ke 1 bulan Maret melalui Spanduk dan Umbul-Umbul, Poster, Balon Udara, Website, koran dan majalah. Disamping itu juga dilakukan melalui media online, media sosial serta pemasangan sticker pada bus- bus. Pencanangan HAD XXVII Tahun 2019 dilaksanakan di Kampus PUPR pada tanggal 22 Maret 2019 dengan pelepasan 27 Merpati.

Bersih-bersih Lingkungan Kampus, Demo Tekhnologi Pompa Air Tenaga Hidro, Penyerahan Bantuan Alat Pembuatan Biopori & pemberian Pupuk Organik Padat pada sekolah-sekolah atau  Kampus dan Kelurahan disekitar Lingkungan Kampus PUPR,  Friendly Match Gateball Tournament, Water Day Fest yang meliputi Lomba Duta Air, Paduan Suari dan Tari Tradisional untuk tingkat SMA/SMK, Kegiatan donor darah yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2019 dan tanggal 22 April 2019, Lomba menggambar dan mewarnai untuk Siswa SD se-Jabodetabek yang berkerjasama dengan UNESCO,  Lomba karya ilmiah tingkat SMA/SMK se Indonesia yang dilaksanakan oleh Puslitbang SDA dan,  Dialog nasional dengan Topik Penyediaan Air Bersih Bagi Seluruh Masyarakat yang dilaksanakan kemarin senin tanggal 29 April 2019.

foto birkompu

Pada puncak acara hari ini akan dilaksanakan penebaran 150.000 benih ikan nila dan ikan baung yang merupakandukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Penanaman 200 Pohon jenis cemara Norfolk,  Glodakan Tiang, Eucalyptus, Jabon dan Mahoni dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta sosialisasi Program Cuci Tangan pakai sabun oleh anak-anak TK Pertiwi Cigombong.

“Melalui aksi nyata Bersama ini diharapkan pemahaman masyarakat akan pentingnya sumber daya air semakin meningkat, dimana masyarakat tidak hanya memiliki hak atas air tetapi juga mempunyai tanggung jawab dan kewajiban bersama Pemerintah untuk memelihara lingkungan dan sumber daya air” pungkas Arsyadi.

foto birkompu

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam sambutanya yang dibacakan oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Soeprayogi  mengatakan,  Hari Air Dunia telah diperingati selama 27 tahun sejak ditetapkan pada sidan PBB 22 Maret  1992.

Pada tahun ini tema yang diangkat “Semua Harus Mendapatkan Akses Air” yang diadopsi dari tema internasional’  Water for all, leaving no one bihind” yang mengandung pengertian Air untuk semua: tanpa terkecuali”, merupakan agenda besar memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi bagi kita semua.

foto birkompu

Sementara Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi kepada awak media mengatakan, salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber daya air berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa  wilayah  Indonesia saat ini baru mencapai  72% yang bisa menikmati  air dan untuk mencapai 100%  menjadi tugas kita semua termasuk  Dirjen Sumber daya air.

Kementerian PUPR melalui Dirjen SDA  mempunyai tugas  menangani pembangunan infrastruktur sumber daya air melakukan prioritas konservasi revitalisasi dan digitalisasi terhadap pembangunan infrastruktur sumber daya air dalam rangka mencapai pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu penyusunan program pembangunan infrastruktur sumber daya air dilaksanakan secara terpadu dengan pengembangan wilayah guna pemerataan distribusi air sehingga semua bisa mendapatkan air tanpa terkecuali.

Hal itu merupakan bagian dari kampanye dari pintu ke pintu untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan bagi kita sebaliknya penebangan liar kerusakan lingkungan akan terjadi bencana baik berupa kekeringan maupun musibah banjir.

“Oleh karena itu saat ini merupakan momentum yang tepat  untuk mengajak generasi milenial agar lebih aktif menjaga lingkungan dan sumber daya air” lanjut Hari

“Peringatan  hari air dunia biasanya diisi dengan aksi menanam pohon dan selama ini seolah hanya dijadikan sebagai ceremony saja dari sebuah peringatan tidak pernah diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, dan  memelihara diharapkan itu tidak kita lakukan di lingkungan dirjen SDA,” tegas Hari

Pada kesempatan ini saya mengapresiasi kepada seluruh panitia pelaksana acara peringatan Hari air dunia 2019 yang telah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini dan terima kasih bagi seluruh masyarakat serta semua pihak yang terlibat dalam melestarikan alam serta lingkungan air di bumi Nusantara yang kita cintai ” pungkas Hari.(adv/birkompu)