Jaya Tahoma Sirait, Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Harga Tiket Pesawat Melambung, Pengelola Bandara Rugi, PO Bus Untung

PEKANBARU(Independensi.com) – Mahalnya harga tiket pesawat memicu menurunnya jumlah penumpang dari dan ke Bandara Sultan Syarif Kasyim II Pekanbaru. Penurunan penumpang mencapai 28-30 persen, akibatnya PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara, rugi. Sejak bulan Januari – April 2019, kerugian mencapai Rp 12 miliar, kata Jaya Tahoma Sirait Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Dari sisi penumpang kata Tahoma Sirait, penurunan akibat mahalnya tiket pesawat sudah diatas 28 persen. Dari sisi pendapatan sudah sangat terasa dan berpotensi loss yang cukup besar. Jika dibagi kerugian setiap bulan, rata-rata sekitar Rp 3 miliar atau jika dijumlah kerugian mulai bulan Januari hingga April, sudah mencapai sekitar Rp 12 miliar.

Khusus menjelang angkutan lebaran, Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara, tidak mempunyai wewenang untuk menekan harga tiket pesawat. Tapi kami sebagai pengelola bandara berharap harga tiket bisa turun, atau normal kembali. Kami juga tidak mengetahui alasan perusahaan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket.

Kita juga bingung kata Jaya Tahoma Sirait lagi, jika alasan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket karena naiknya harga avtur. Padahal, jika dibanding dengan harga diluar negeri, relatif sama. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah memerintahkan hal tersebut berkali-kali. Harga tiket pesawat dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tujuan Jakarta, paling murah Rp 1 juta, ujarnya.

Akibat melambungnya harga tiket pesawat kata Jaya Tahoma Sirait lagi, sekitar 28 penerbangan domestik, baik datang dan berangkat setiap harinya lesu. Bahkan penerbangan Internasional dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga cenderung lesu. Sebagaimana maskapai Air Asia yang sudah membatalkan penerbangan ke Kuala Liumpur, Malaysia sejak 7 – 23 Mai 2019 dengan alasan operasional.

Tingginya harga tiket maskapai penerbangan, ternyata berdampak baik pada kenaikan jumlah penumpang bus antar provinsi dari Pekanbaru tujuan Pulau Jawa. Hal itu diakui Andi petugas ticketing PO Siliwangi Antar Nusa (SAN). Sejak bulan Januari lalu hingga sekarang, penumpang tujuan Jakarta, lonjakan penumpang mencapai 30-35 persen. PO SAN yang membutuhkan perjalanan dua hari tiga malam itu, berangkat dalam 1 hari 3 kali, yaitu jam 10 pagi, jam 3 sore dan jam 4 sore.

Masih menurut Andi, lonjakan penumpang yang menggunakan armada bus akhir-akhir ini cukup wajar karena harga tiket pesawat mahal, bahkan sampai dua kali lipat lebih harga tiket bus. Dulu sempat harga tiket pesawat tujuan Jakarta Rp 450 ribu, harga tiket bus Rp 430 ribu. Tentu orang memilih naik pesawat. “Kalau bisa janganlah harganya selevel sama bus, kalau selevel, matilah perusahaan bus,” katanya. (Maurit Simanungkalit)