Menkumhan Tinjau Rutan Siak Pasca Kerusuhan

PEKANBARU (Independensi.com) – Menteri Hukum dan HAM Yasona H Laoly bersama Gubernur Riau Syamsuar dan Kakanwil Kemenkumham Riau M Diah, mengunjungi Rutan (Rumah Tahanan) di Kabupaten Siak pasca kerusuhan hingga terjadinya pembakaran Rutan. Menkumham bertolak dari Medan pagi. Namun akibat cuaca, pesawat Citilink QG 928 yang membawa rombongan Menkumham, sempat berputar-putar selama 40 menit di udara Pekanbaru.

Bersama Gubernur dan Kakanwil Kemenkumham, Menkumham Yasona H Laoly akan langsung bertolak ke Siak menggunakan helikopter. Selama di Siak, Menkumham dan rombongan akan melakukan pertemuan dengan jajaran Lapas, Forkopimda dan para narapidana. Hal itu disampaikan Firdaus, Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Setdaprov Riau di Pekanbaru

Sebagaimana diketahui, Rutan Kelas IIB Siak Prov Riau, Sabtu (11/5/2019) menjelang sahur, terjadi kerusuhan yang tidak terkendali. Peristiwa itu diduga terjadi akibat penganiayaan yang dilakukan Sipir terhadap warga binaan. Tahanan marah dan membakar Rutan. Tidak hanya itu, gudang senjata Rutan, dijebol. Saat ini, kondisi Rutan Klas II B Siak hampir semuanya terbakar dan rata. Sebanyak 615 orang tahanan sudah di evakuasi ke Pekanbaru, Kampar, Bengkalis dan Dumai.

Dalam peristiwa kerusuhan itu, Kasat Narkoba AKP Jailani yang hendak mengamankan narapidana, justru tertembak peluru karet dilengan tengah sebelah kiri. Kapolres Siak AKBP Ahmad David saat menjenguk AKP Jailani mengatakan, kondisi Kasat Narkobanya sudah membaik. Proyektil yang sempat bersarang dilengan sebelah kirinya, sudah diangkat dalam operasi di RSUD Siak.

Sudarto, seorang warga binaan yang dipindahkan ke ruang tahanan Mapolsek Siak menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Awalnya kata Sudarto, pihak Rutan melakukan razia di seluruh kamar tahanan. Saat itu petugas menemukan ada warga binaan yang mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Beberapa saat kemudian, datang polisi untuk mengamankan. Selanjutnya, ada 3 orang dimasukkan sel dan petugas Rutan menamparnya.

Melihat kejadian itu, tahanan lainnya marah dan mendobrak pintu tahanan masing-masing, bahkan ada pintu yang hancur dan jebol. Belum sempat petugas mengamankan, para tahanan sudah berlarian keluar tahanan. Tanpa diketahui siapa pelaku, api menyala di sudut Rutan. Tahanan semakin marah, pintu-pintu dihancurkan, petugaspun lari keluar menyelamatkan diri.

Setelah petugas lari, situasipun semakin tak terkendali. Narapidana berhasil menguasai Rutan. Sejumlah benda padat berupa batu beterbangan keluar, supaya petugas kepolisian tidak bisa masuk. Suara tembakan pakai senjata api juga terdengar dari dalam. Tak berapa lama, kobaran apipun dengan cepat membesar. “Karena ketakutan, saya bersama 11 orang tahanan lainnya, lari dan menyerahkan diri ke Mapolsek Siak,” kata Sudarto

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, sekitar pukul 2 dini hari itu, personel kepolisian datang membantu petugas Rutan untuk mengamankan suasana. Aparat kepolisian bersama Gatot Suariyoko Kepala Rutan Kelas IIB Siak, berupaya menenangkan suasana. Kepolisian memasukkan mobil pemadam kebakaran dan menembakkan gas air mata kedalam bangunan Rutan.

Namun warga binaan tidak berhenti, malah melempari batu dari dalam ke luar. Tidak hanya itu, warga binaan juga melempari petasan. Tidak lama berselang, api muncul dari sisi kanan atau rumah ibadah di dalam Rutan. Suasana semakin ribut dan mencekam. Api dengan cepat berkobar sampai ke bagian atap dan pintu masuk utama Rutan.

Usai kerusuhan, petugas menemukan tiga pucuk senjata api yang merupakan milik Rutan, diduga dirampas narapidana dan tahanan saat kerusuhan terjadi. Dua di antaranya merupakan senjata laras panjang yang diserahkan langsung ke petugas. Sedangkan satu lagi senjata api jenis FN yang ditemukan tergeletak. Ketiga senjata itu milik Rutan dengan peluru karet. “Belum diketahui tahanan mana yang menggunakan senjata itu,” kata Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri.

Menurut Abdullah, saat ini, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang tahanan yang terindikasi memicu terjadinya kerusuhan. Saat ini, ke-delapan tahanan tersebut berada di Polres Siak, tidak ikut di evakuasi ke Rutan Kabupaten/Kota lainnya. Mereka juga sedang diselidiki, siapa yang menggunakan senjata api bahkan melakukan penembakan Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani.

Dijelaskan, tiga dari delapan tahanan yang diperiksa itu memang napi yang sebelum kejadian diduga terlibat narkoba. Sebelum kerusuhan ditemukan sabu-sabu pada seorang napi perempuan. Polisi melakukan pengembangan dan hasilnya 3 orang tahanan diduga terkait sooal narkoba tersebut. Saat ini, dengan kondisi Rutan Klas II B Siak yang hampir semuanya terbakar dan rata. Tahanan yang belum dievakuasi 33 orang, termasuk 8 orang yang saat ini diperiksa polisi. (Maurit Simanungkalit)