Ilustrasi. (Dok/Ist)

China Kuasai Kota Malang

JAKARTA (IndependensI.com) – Para pebulutangkis asal Negeri Tirai Bambu mengemas empat gelar juara di ajang Yuzu Indonesia Masters 2019 yang berlangsung di Gelanggang Olah raga (GOR) Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (6/10/2019). Mereka mencatat sukses di sektor ganda putra, tunggal putra, ganda campuran, dan tunggal putri.

Kemenangan pertama wakil China disumbangkan oleh ganda putra asal China Ou Xuan Yi/Zhang Nan yang mengalahkan pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito lewat rubber gim 11-21, 21-10, dan 22-20. “Di gim pertama, kami berdua masih melihat kondisi lapangan. Namun, di gim selanjutnya, kami sudah bermain bagus,” kata Zhang seperti dikutip dari Antara.

Kemudian, kemenangan China berlanjut di nomor tunggal putra di mana Sun Fei Xiang mengalahkan pebulu tangkis Thailand Tanongsak Saensomboonsuuk dengan skor 21-19, 21-14 dalam waktu 39 menit. Di awal pertandingan, permainan kedua pebulu tangkis tersebut berjalan cukup ketat, namun wakil China mampu meraih dua poin terakhir untuk merebut gim pertama.

“Saya merasa cocok dengan lapangan di sini, sesuai dengan tipe permainan saya,” ujar Sun. Pada gim kedua, pemain Thailand tidak berbuat banyak untuk mengembalikan pukulan-pukulan keras dari pemain China. Namun, beberapa kali Saensomboonsuuk  sempat membalas serangan Xiang dan menambah angka. China tak terkejar dan menyudahi gim kedua dengan skor 21-14.

Meski memenangi kejuaraan yang merupakan rangkaian Badminton World Federation (BWF) Tour Super 100 tersebut, Sun Fei Xiang merasa kurang puas dengan permainannya selama menjalani turnamen. “Permainan cukup, tapi secara keseluruhan masih belum terlalu baik,” kata Sun Fei Xiang.

China terus menunjukkan dominasinya usai menenggelamkan pasangan ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso. Ganda campuran China, Guo Xin Wa dan Zhang Shu Xian menang dengan rubber gim 18-21, 21-16, dan 26-28.

Pasangan China mengakui bahwa permainan Adnan/Mychelle kali ini jauh lebih berkembang dibandingkan performa terakhir mereka saat kedua pasangan itu bertemu di Vietnam Open 2019, meski pasangan China itu menang 21-10, 21-14.

China memastikan gelar keempatnya di Indonesia Masters 2019 melalui wakil tunggal putri mereka, Wang Zhi Yi, yang mampu membungkam pebulu tangkis Thailand Porntip Buranaprasertsuk, dengan skor 20-22, 21-15, 21-13.

Meski memenangkan partai final, Wang Zhi Yi mengaku memiliki beban tersendiri karena turnamen tersebut merupakan yang pertama bagi dirinya. Sebelumnya, Ia bertanding di kelas junior.

Persiapan yang dilakukan juga terasa cukup berat, ditambah beban di setiap pertandingan yang dilakoninya. Namun, Ia gembira dengan hasil yang diraihnya dan merebut titel tunggal putri.

Satu Gelar

Sementara itu tuan rumah Indonesia berhasil mempersembahkan satu gelar dari ganda putri. Duet putri Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ribka Subagyo keluar sebagai juara usai mengalahkan sesama pebulutangkis Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Bermain di partai All Indonesian Final, Siti/Ribka bermain lepas menghadapi senior mereka. Hasilnya, mereka berdua mampu menjuarai turnamen tersebut dengan dua gim langsung, 23-21, dan 21-15.

Permainan kedua pasangan Indonesia di awal pertandingan berlangsung cukup ketat. Namun, permainan Siti/Ribka jauh lebih mendominasi dibandingkan Della/Rizki hingga pada interval pertama, Siti/Ribka unggul 11-6.

“Kami tidak menyangka bisa menang, kami bermain lepas saja. Saya sudah bilang ke Fadia sejak awal, tidak usah berpikir menang atau kalah, bermain saja,” kata Ribka.

Usai interval pertama tersebut, pasangan Bella/Rizki berupaya untuk mengejar ketertinggalan. Namun, upaya tersebut sepertinya sia-sia karena pada akhirnya mereka harus takluk di tangan pasangan muda tersebut dengan skor 23-21.

Memasuki gim kedua, pasangan Bella/Rizki berupaya untuk lebih mengembangkan permainan. Namun, Siti/Ribka tidak menyerah begitu saja. Melalui serangan-serangan yang teratur dan cepat, mereka jauh berada di atas lawannya.

Pasangan Siti/Ribka semakin menjadi memasuki akhir pertandingan gim kedua. Sementara Della/Rizki, sepertinya tidak bisa mengembangkan permainan dan tidak berdaya melawan Siti/Ribka.

Siti/Ribka memastikan kemenangan mereka dengan skor 21-15. Keunggulan ganda putri muda Indonesia tersebut diakui oleh senior mereka, Della dan Rizki. Della mengatakan, pada gim kedua, Ia dan rekannya bermain ragu-ragu, sehingga pukulan-pukulan mereka tidak sesuai dengan harapan.

“Kalah dari junior, ya memang mereka bagus. Dari babak awal hingga final ini mereka luar biasa, mereka konsisten,” kata Della. Rizki menambahkan, permainan pasangan Siti/Ribka sangat kuat di depan net. Itu yang harus memaksa dirinya dan Della untuk keluar dari permainan depan net tersebut.

Siti/Ribka yang bukan merupakan unggulan pada turnamen tersebut, melaju ke final Indonesia Masters 2019 setelah mengalahkan unggulan ketiga yakni, ganda Jepang Nami Matsuyama dan Chiharu Shida. Siti/Ribka membungkam duet Jepang tersebut dengan skor 22-20, dan 21-14.