Penambangan Pasir di Kampar. (Ist)

Marak Penambangan Pasir di Kampar, Salah Satunya Diduga Milik Oknum Camat

KAMPAR (Independensi.com) – Aktifitas penambangan pasir galian C yang lebih dikenal dengan istilah galian C diduga tidak memiliki izin semakin marak dan merajalela.

Penambangan pasir yang berada di area DAS Sungai Kampar, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar diduga ilegal itu berjalan mulus hingga saat ini.

Walaupun penambangan pasir di Kabupaten Kampar tersebut sudah beberapa kali dapat sorotan media lokal dan bahkan sudah pernah di grebek Polda Riau pada tahun 2018 yang lalu, tapi aktivitas penambangan pasir itu masih saja berproduksi hingga ratusan kubik pasir tiap harinya.

Berbekal dari Informasi yang dihimpun media ini dari beberapa sumber, Independensi.com mencoba turun ke lokasi untuk melihat kondisi terkini.

Saat menuju Lokasi penambangan tepatnya di Kecamatan Tambang, di jalan kampung baru, Kabupaten Kampar, terlihat sepanjang jalan mobil dump truck lalu lalang mengangkut pasir bermuatan melebihi tonase.

Debu debu berterbangan di sekitar permukiman warga sepanjang jalan kampung baru menuju lokasi penambangan akibat hilir mudik puluhan mobil pengangkut pasir sehingga mengakibatkan jalanan yang sudah berlubang semakin parah, kondisi ini diperparah karena puluhan mobil setiap hari keluar masuk dengan beban tonase yang berat.

Sesampainya di lokasi, dari pantauan langsung Independensi.com melihat pasir bertumpuk seperti “gunung”, terlihat juga aktivitas para pekerja  penambangan pasir serta supir dump truck untuk mengangkut pasir ke dalam mobil dump truk .

Pantauan di lokasi setidaknya ada puluhan titik lokasi penambangan pasir galian C sepanjang jalan desa Kualu di pinggiran bantaran sungai, Sungai Kampar.

Terlihat juga para pekerja melakukan galian secara tradisional untuk mengambil pasir dan batuan yang berasal dari sungai Kampar itu.

Independensi.com menyambangi sebuah warung yang kebetulan tempat istirahat para pekerja penambang pasir. Untuk memastikan siapa pemilik usaha aktivitas penambangan pasir galian C itu.

Informasi yang dirangkum media ini ada beberapa pengusaha lokal berkecimpung mengambil pasir dan kerikil di sepanjang bantaran sungai Kampar itu, Namun ternyata diantara usaha puluhan titik lokasi galian C yang diduga Ilegal itu salah satu pemiliknya adalah camat yang merupakan camat di kecamatan tambang, kabupaten Kampar.

Independensi.com mengkonfirmasi langsung terhadap pemilik warung yang posisinya berhadapan dengan pasir yang sudah menggunung.

Disampaikan pemilik warung kepada media ini, bahwa pemilik usaha penambangan pasir galian C yang berada di lokasi warungnya benar milik  inisial AK, tidak lain yaitu  Camat Tambang.

“Iya, pak camat tidak disini mau ngapain pak? Darimana? Besok pagi lah kemari mungkin pak camat pagi datang”, ujar pemilik warung yang tidak mau sebutkan namanya, Jumat (19/10).

Pemilik warung ini bercerita kepada media ini selain AK pemilik usaha penambangan yang diduga punya Camat,selain itu ada juga pengusaha lokal berkecimpung di seputaran Sungai Kampar tersebut untuk meraup rezeki dari usaha penambangan pasir galian C.

“Ini lokasi tambang punya pak AK (inisial camat tambang), tapi di sebelah nya punya pak haji mutar, ada juga yang disana ada tiga titik lokasi (sambil menunjuk aktivitas penambangan yang lain) usaha ini sudah lama pak,” kata pemilik warung Kepada media ini.

Dari informasi yang dirangkum di lapangan bahwa aktivitas penambangan pasir galian C ini sudah cukup lama berlangsung hingga bertahun-tahun.

Untuk memastikan kebenaran informasi, Independensi.com mengkonfirmasi Camat Tambang yang disebut sebut salah satu pemilik usaha penambangan pasir galian C di seputaran sungai Kampar desa Kualuh.

Diketahui, Camat Tambang yang berinisial AK itu saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp tidak bersedia untuk diwawancarai saat ini.

Ia menyarankan Wartawan agar wawancara hari Senin saja, karena posisi libur, hingga ia enggan untuk menjawab terkait penambangan pasir galian C yang ada di wilayah administrasinya.

“Hari ini libur. Besok senin kantor buka  bang, Senin bang. Hari ini hari keluarga,
Tolong pengertian bang. Seorang sahabat mengerti dengan sahabatnya. Senin (aja) bang. Jangan egois bang. Mohon dimengerti” ,balas  AK, Camat Tambang melalui aplikasi WhatsApp kepada Independensi.com, Sabtu (19/1/2019). (Jekson Sihombing).