Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengembangkan Stasiun Tenjo dengan konsep TOD

Kemenhub Akan Mereaktifasi Rel Kereta Rangkasbitung-Labuan

RANGKASBITUNG (Independensi.com)
Selain akan meningkatan jalur kereta api di wilayah propinsi Banten pemerintah juga akan mereaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA Rangkasbitung– Labuan.

Reaktivasi ini akan meningkatkan konektvitas transportasi di Provinsi Banten, serta meningkatkan penggunaan angkutan massal khususnya Kereta Api.

“Proyek kita yang lain adalah reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA dari Rangkasbitung ke Labuan di selatan sepanjang 70 km.

Tahap awal ke Pandeglang sepanjang 15 km, akhir tahun ini selesai. Tahun 2021 mulai lagi yang ke arah Labuan, targetnya 3 tahun selesai.
“Harapan masyarakat yang bekerja ke Jakarta menjadi mudah,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Sabtu (18/1).

Terkait penertiban lahan, Menhub yang didampingi Dirjen Perkeretaapian Zulfikri,
mengatakan hal ini sudah di data dan tidak akan ada ganti rugi, karena ini adalah aset negara.

“Untuk reaktivasi, jika ada hunian di atas rel yang merupakan aset pemerintah, akan kita tertibkan. Tidak kita ganti rugi, tapi kita berikan semacam tanda kasih (penggantian yang besarannya ditentukan konsultan Kantor Jasa Penilai Publik). Saat ini sudah berjalan,” katanya.

Selain itu, Pemerintah juga akan memodernisasi stasiun Tenjo. Pada stasiun tenjo akan dibangun Transit Oriented Development (TOD).

Sebagai stasiun yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang, Stasiun Tenjo berpotensi untuk menjadi simpul transportasi yang akan mengakomodir peningkatan jumlah bangkitan kendaraan yang cukup pesat akibat pengembangan berbagai kawasan di sekitarnya.

Di samping itu, keberadaan perlintasan sebidang pada ruang pemberhentian kereta di Stasiun Tenjo perlu penanganan khusus. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemda Bogor mendukung untuk dilakukan pengembangan Stasiun Tenjo dan mengusulkan pembangunan underpass pada perlintasan sebidang.

Saat ini Stasiun Tenjo belum maksimal, oleh karenanya kita akan membangun stasiun ini sama besarnya dengan Maja. Selain itu kita akan membuat fly over di daerah Tenjo karena perlintasan sebidangnya di situ berbahaya, karena nanti itu headwaynya 5 menit, setiap 5 menit akan ada kereta lewat.

Untuk TOD, Menhub mengimbau Pemda dapat turut serta membangun TOD dekat dengan stasiun. Karena dengan adanya TOD tersebut akan memberikan kemudahan bergerak bagi masayrakat.

Dengan kemudahan ini, sentra ekonomi dan kota akan tumbuh. Karena ada suatu kepastian bagi orang yang tinggal di tempat tersebut bisa ke Jakarta  dalam waktu singkat, jadi dia percaya diri tinggal di sini.

Dengan begitu ada suatu kebangkitan ekonomi pada kota-kota tersebut sehingga tidak membebani Jakarta.
“Saya imbau Pemda untuk membangun TOD di stasiun-stasiun, di TOD berisi hunian, perkantoran, restoran, pusat perekenomian, sehingga pergerakan orang tidak terlalu jauh. Idealnya radius TOD 1 km,” pungkas Menhub. (hpr)