Stok pupuk digudang Petrokimia Gresik

Cegah Penyimpangan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dikawal SPDP

GRESIK (Independensi.com) – Petrokimia Gresik memastikan proses penyaluran pupuk bersubsidi kesejumlah wilayah, bakal dikawal 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 157 asisten SPDP di seluruh Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menyatakan bahwa SPDP dalam melaksanakan tugasnya selalu berkoordinasi Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kelompok tani, hingga aparat berwajib diwilayah setempat.

“Kami mengimbau kepada distributor maupun pihak terkait, untuk meningkatkan sinergi demi kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi,” ucapnya, Sabtu (1/2).

“Petrokimia Gresik tidak ragu, untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang melakukan kecurangan. Karena pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan, sehingga segala bentuk penyelewengan akan berurusan dengan pihak berwajib,” tuturnya.

“Setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi ini, sesuai aturannya pelakunya bakal dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara, tegasnya.

Di tambahkan Yusuf, fasilitas distribusi Petrokimia Gresik saat ini berupa 323 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,2 juta ton, 676 distributor, dan 28 ribu lebih kios resmi. Sedangkan untuk Kabupaten Gresik, terdapat 1 gudang penyangga, 4 distributor dan 104 kios resmi.

“Penyaluran yang kami lakukan, berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat. Yaitu, Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Selain itu, pemerintah pun turut mengawasi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdapat di seluruh daerah, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten,” urainya.

Selain kewajiban menyediakan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk komersil (non-subsidi). Langkah ini adalah solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi. Sehingga kebutuhan pupuk petani tetap bisa terpenuhi,” tuturnya.

“Petrokimia Gresik juga berharap petani untuk mengikuti rekomendasi pemupukan berimbang 5:3:2. Dimana untuk satu hektar sawah cukup diberikan 500kg pupuk Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska atau Phonska Plus, dan 200kg pupuk Urea,” imbaunya.

“Pemupukan berimbang adalah solusi dari Petrokimia Gresik atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebih oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat lebih efektif dan efisien, dengan hasil atau produktivitas tetap maksimal,” pungkasnya. (Mor)