Pemikiran Irfan Miswari didasari oleh praktik-praktik buruk perusahan tekstil dan garmen di Provinsi Jawa Barat Indonesia yang tidak memikirkan pentingnya isu keberlanjutan lingkungan hidup.

“Your Clothes Make Drought“ Karya Irfan Miswari Menang Lomba Slogan Badan PBB 2020

JAKARTA (IndependensI.com) — Slogan dengan judul # Your Clothes Make Drought – yang dibuat oleh Irfan Miswari, koresponden Independensi.com Bandung diumumkan sebagai pemenang lomba slogan United Nation Convention to Combat Desertification (UNCCD) dalam rangka menyambut Hari Penggurunan dan Hari Kekeringan 17 Juni 2020 mendatang.

Adapun kegiatan ini bertujuan mempromosikan keterlibatan publik dalam ketaatan yang disepakati secara internasional tentang perang melawan degradasi lahan dan kekeringan.

Pemikiran Irfan yang saat ini menjabat sebagai Kordinator Riset dan Fundrasing di Scale Up Riau didasari oleh praktik-praktik buruk perusahan tekstil dan garmen di Provinsi Jawa Barat Indonesia yang tidak memikirkan pentingnya isu keberlanjutan lingkungan hidup.

Data penelitian menunjukan bahwa dibutuhkan 2.500 liter untuk membuat sehelai kaos dan 10,000 liter untuk membuat satu celana jeans. Hal ini membuat daerah rentan terhadap kondisi kekeringan selama musim kemarau.

Jumlah kebutuhan air tersebut jika diakumulasikan dengan jumlah produksi sebuah pabrik garment yang memproduksi pakaian dan celana 100 ribu – 1 juta helai maka setara dengan kebutuhan air untuk satu bendungan atau irigasi yang mengaliri sawah – sawah para petani.

Menurut laporan House of Commons UK bertajuk Environmental Audit Committee Fixing fashion: clothing consumption and sustainability 2017–2019,  Satu kilogram kapas -setara  berat kemeja dan celana jins- dapat mengambil sebanyak 10.000-20.000 liter untuk diproduksi.

Aral Sea yang juga disebut pulau kecil antara Kazakstan dan Uzbekistan , yang sebelumnya merupakan salah satu dari empat danau terbesar di dunia, hampir seluruhnya mengering karena pertanian kapas industri intensif di Asia Tengah. Sekarang disebut Gurun Aralkum. Ini adalah bencana ekologis, ekonomi dan sosial.

Penggunaan lahan untuk produksi serat alami juga dapat menjadi penyebab deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati. Industri fesyen diproyeksikan akan menggunakan 35% lebih banyak lahan untuk serat produksi pada tahun 2030.

Tema UNCCD pada tahun 2020 menitikberatkan kepada pada perubahan prilaku produksi dan konsumsi masyarakat yang tiada henti sebagai pendorong utama terjadinya kekeringan dan degradasi lahan.

Sebagai salah satu negara anggota UNCCD, Indonesia ikut serta dalam memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau yang lebih dikenal sebagai World Day to Combat Desertification (WDCD) .