Program Safe Travels Campaign berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terbang

INACA Dorong Pemeriksaan Kesehatan di Bandara Pakai Digital

Loading

TANGERANG (Independensi.com) Pelaksanaan Safe Travel Campaign, oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA) akan terus dilakukan sampai akhir tahun. Karena program ini berhasil meningkatkan jumlah penumpang pesawat.

Untuk lebih mempermudah masyarakat terbang lagi, INACA mendorong diterapkannya digitalisasi pemeriksaan kesehatan di bandara oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja di Tangerang Jumat (28/8) menjelaskan, pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) merupakan tugas dari Kemenkes.

Petugas KKP berwenang menentukan seorang calon penumpang dapat masuk ke dalam pesawat untuk ikut terbang atau tidak, setelah memeriksa dokumen berupa surat keterangan/hasil laboratorium rapid test.

Jika calon penumpang dinyatakan non reaktif, maka ia diizinkan untuk terbang. Sebaliknya, jika reaktif maka jangan harap bisa masuk ke pesawat.

“Tapi proses pemeriksaan dokumen kesehatan ini panjang, karena masih dilakukan secara manual oleh KKP,” kata Denon saat membuka pelaksanaan Safe Travel Campaign seri ke-empat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sebelum terbang ke Denpasar, Bali dengan pesawat AirAsia Indonesia.

Tidak heran, jika pada jam-jam tertentu di bandara terlihat antrean penumpang mengular panjang demi mendapatkan stempel izin terbang dari petugas KKP.

“Karena dikerjakannya masih manual, di cek satu per satu, makanya antre lama. Kami ingin KKP mengganti metode pemeriksaan secara digital, seperti yang sudah diterapkan pada Indonesia Health Alert Card (eHAC),” kata Denon yang juga CEO PT Whitesky Aviation.

Apabila petugas KKP bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat, maka akan bertambah jumlah masyarakat yang antusias untuk terbang lagi. Karena terbukti terbang di masa New Normal sangat mudah dan tidak perlu antre panjang.

Hal tersebut menurutnya jelas berdampak positif bagi perekonomian Indonesia yang merosot akibat pandemi Covid-19 ini.

“Jangan sampai karena proses pemeriksaan manual yang panjang, jadi menghambat pertumbuhan penumpang dan pergerakan pesawat yang sedang masuk fase pemulihan,” jelasnya.

Denon berharap, dengan persyaratan menggunakan moda transportasi udara yang semakin mudah maka di akhir tahun nanti jumlah penumpang pesawat semakin meningkat.

“Safe Travel Campaign ingin mengembalikan rasa percaya diri masyarakat untuk bepergian dan berlibur lagi. Terutama ke 10 destinasi wisata utama di Indonesia yang ditetapkan pemerintah,” kata Denon.

Inisiatif INACA menggelar Safe Travel Campaign mendapat dukungan penuh dari CEO AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga.

Menurutnya, maskapai yang dipimpinnya itu sudah menyiapkan program ‘Waktunya Terbang!’ yang tidak hanya menjamin para penumpang mendapatkan harga tiket yang terjangkau. Namun juga memastikan penerbangan menggunakan pesawat AirAsia bisa dilakukan dengan Mudah, Nyaman, dan Terjaga.

“Kami melihat masyarakat mulai melakukan aktivitas lagi, setelah beberapa waktu sempat terhenti. AirAsia ingin mendukung pemulihan ekonomi tersebut, dengan mempermudah mobilitas masyarakat untuk kembali terbang menggunakan protokol kesehatan yang aman dan nyaman,” ungkap Veranita.

Ia berharap, dengan terus bertambahnya jumlah penumpang pesawat maka perekonomian di daerah-daerah yang masyarakatnya mengandalkan sektor pariwisata bisa terbantu.

“Kami ingin membantu masyarakat di daerah serta membantu pemerintah menggerakkan perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menuatakan siap berkolaborasi dengan INACA dan seluruh maskapai anggotanya untuk mengajak masyarakat kembali bepergian.

Menurut Yusran, ada tiga kata kunci yang harus bisa diberikan ke masyarakat untuk bisa berhasil mewujudkan target itu.

Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan confidence mereka, menyediakan akomodasi dan transportasi yang baik, serta menyiapkan destinasi. “Ketiganya harus bisa dideliver melalui Safe Travel Campaign ini,” kata Yusran.

Oleh karena itu, Yusran menyebut siap duduk bersama INACA dan seluruh anggotanya untuk melakukan strategi marketing bersama.

“Untuk meningkatkan okupansi, kami siap memberikan pricing kamar hotel terbaik untuk dibundling dengan tiket pesawat. Sehingga bisa jadi trigger masyarakat mau bepergian lagi,” ujarnya. (hpr)