Teknik Terbaru Mengubah Amonia Menjadi Hidrogen untuk Bahan Bakar

JAKARTA (Independensi.com) – Peneliti dari Universitas Northwestern telah mengembangkan metode efektif dan ramah lingkungan untuk mengubah amonia menjadi bahan bakar. Teknik ini disebut – sebut sebagai langkah baru yang besar untuk menggunakan bahan bakar tanpa adanya efek samping seperti polusi.

Ide untuk memanfaatkan amonia sebagai carrier untuk pengiriman hidrogen telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Amonia lebih mudah dicairkan dibandingkan hidrogen, oleh karena hal ini, amonia lebih mudah disimpan dan diangkut. Terobosan terbaru dari Universitas Northwestern ini diharapkan bisa mengatasi beberapa hambatan yang ada untuk memproduksi hidrogen bersih dari amonia.

Sossina Haile, Profesor Ilmu dan Teknik Material di Sekolah Teknik McCormick Northwestern sekaligus penulis utama dari penelitan ini mengatakan “Sel bahan bakar hidrogen mempunyai kutukan yaitu, kurangnya infrastruktur pengiriman. Hidrogen sulit dan mahal untuk diangkut, tetapi sistem pengiriman amonia yang ekstensif sudah ada. Sistem elektrokimia yang kami kembangkan dapat mengubah amonia menjadi hidrogen bersih dan siap untuk sel bahan bakar dalam skala apapun”.

Dalam penelitian dengan tim risetnya, Haile melaporkan bahwa mereka mampu melakukan konversi amonia menjadi hidrogen menggunakan listrik terbarukan. Teknik ramah lingkungan nan efisien ini menghasilkan hidrogen yang tidak perlu dipisahkan dari amonia, hal ini sudah dipastikan dapat mempermudah pengangkutan hidrogen.

Hidrogen dapat segera dipisahkan dari amonia menggunakan teknik khusus,lalu hidrogen yang berhasil dipisahkan dapat digunakan untuk sel bahan bakar. Sama halnya dengan baterai, sel bahan bakar hidrogen ini dapat menghasilkan listrik melalui sebuah reaksi kimia, namun berbeda dengan baterai, sel bahan bakar hidrogen tidak akan kehabisan dayanya selama amonia terus dipasok.

Green Energy

Hidrogen sebagai bahan bakar ramah lingkungan hanya menghasilkan air sebagai buangannya, lain halnya dengan bahan bakar fosil yang menghasilkan karbon dioksida dan metana yang berperan dalam meningkatkan pemanasan global.

Haile memperkirakan teknologi baru ini bisa berperan penting dalam dunia transportasi. Mobil hingga pesawat terbang dapat mengadaptasi teknologi ini, meskipun masih diperlukan waktu untuk membuat baterai tempat sel bahan bakar hidrogen menjadi lebih praktis agar dapat digunakan oleh mobil karena baterainya sangat berat.

Haile dan timnya tidak dipungkiri lagi membuat kemajuan besar dalam bidang ini. Langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan adalah mereka akan mengeksplorasi cara menghasilkan amonia yang lebih ramah lingkungan. (Immanuel Nauly)