Ekonomi Mulai Membaik, Neraca Dagang Indonesia Lebih Besar dari China dan Amerika

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Pandemi Covid 19 memang masih belum selesai, sejumlah Negara di dunia pun masih terpuruk perekonomiannya akibat wabah yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut.

Di Indonesia pertumbuhan ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru mulai membaik.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada Februari 2021 surplus US$ 2,01 miliar. Angka ini tercatat lebih baik dibandingkan China yang mencatatkan defisit pada neraca dagangnya, juga Amerika Serikat (AS) yang pada Februari yang surplus US$ 1,2 miliar.

“China Februari ini defisit, kemudian Australia dan Brasil,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (15/3/2021).

Suhariyanto mengatakan catatan neraca dagang Indonesia pada dua bulan pertama 2021 cukup menggembirakan melihat nilai ekspor dan impornya yang masing-masing mencatatkan kenaikan. Kenaikan nilai ekspor tercatat pula pada sektor pertanian, industri, dan tambang.

“Yang menggembirakan impor barang penolong atau bahan baku ini ada peningkatan 11,53% dan barang modal. Kita harap peningkatan impor barang baku dan barang modal ini menunjukkan bahwa geliat industri dan investasi di tanah air bergerak bagus,” katanya.

Adapun secara kumulatif dari awal tahun, neraca dagang Indonesia mencatatkan surplus US$ 3,96 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan surplus US$ 1,88 juta.

“Performa ekspor kita menjanjikan karena banyak permintaan dari berbagai negara. Kita harap performa ekspor bagus dan surplus kita ke depan akan semakin bagus.” kata Suhariyanto.