Penunjukan Langsung Renovasi Rumah Ibadah di Pekanbaru Dipertanyakan

Loading

PEKANBARU (Independensi.com) –Pelaksanaan renovasi beberapa rumah ibadah (gereja) di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir – Kota Pekanbaru, mengundang pertanyaan.

Biaya renovasi setiap gereja sama, sebesar Rp 200 juta, tidak adanya plang papa nama perusahaan di setiap lokasi kerja, serta dikerjakan tanpa melibatkan jemaat.

Lebih tragis lagi, kabarnya, proyek renovasi gereja itu dilaksanakan tanpa tender atau melalui penunjukan langsung (PL).

Sebagaimana pengakuan Sukron, pelaksanaan (tukang) renovasi gedung gereja HKBP Resort Philadelphia Palas – Pekanbaru, kepada Independensi.com di halaman gereja mengatakan, pihaknya mendapat proyek itu dari Arfan untuk melakukan renovasi menara (palas-palas) dan realifnya.

Mereka sudah bekerja sejak bulan Juli 2021 dan disarankan agar dapat selesai akhir Agustus 2021.

Namun tangga penyanggah (scapolding) masih di upayakan, sehingga pekerja tidak ada yang berani naik, takut jatuh, itu sebabnya pekerjaan ini agak terlambat, ujar Sukron.

Saat ditanya apakah pekerjaan renovasi gereja itu didapat melalui tender, Sukron tidak berani menjawab, disarankan untuk menghubungi Arpan.

Sedangkan Arpan melalui telepon selulernya dengan lugas mengakui, pihaknya mendapatkan renovasi gereje melalui penunjukan langsung (PL) dari AAL untuk empat (4) lokasi, yaitu HKBP Resort Philadelphia Palas, HKBP Jl Dame, GBI Hosana Palas dan GKPA Palas.

Saat Arfan ditanya berapa keseluruhan lokasi gereja yang di renovasi, lebih 10 lokasi, tapi pihaknya hanya mengerjakan 4 lokasi saja, ujarnya.

Terkait pelaksanaan renovasi gereja ini, Pdt Jeffry H Sihombing STh, pimpinan HKBP Resort Philadelphia Palas saat dihubungi di lokasi gereja menjelaskan, pihaknya tidak dilibatkan dalam pekerjaan renovasi gerejanya.

Namun perlu diketahui kata Sihombing, hal itu sudah menjadi kesepakatan dari semula antara pihak gereja dengan Krismat Hutagalung anggota DPRD Kota Pekanbaru saat mengajukan proposal pembangunan/renovasi gereja ini di tahun 2020 lalu.

Adapun yang di renovasi antara lain menara (palas-palas) di realief, cat luar dan dalam, atap,  piri-piri luar, les plang dan granit teras.

Lebih lanjut Sihombing menjelaskan, hingga saat ini, belum ada penandatanganan pencairan ataupun penandatangan yang menyangkut anggaran proyek renovasi gerejanya.

Namun pihaknya mengakui, menurut kabar yang didengar, biaya renovasi sebesar Rp 200 juta.

Akan tetapi, walaupun pihaknya tidak ikut secara langsung bekerja,  namun bagian  pembangunan gereja tetap melakukan pengawasan, karena hal itu sudah menjadi kesepakatan dari awal, kata Sihombing.

Ditempat terpisah, Pdt S Pardede, pendeta gereja GBI Hosana – Palas Rumbai mengakui, gerejanya juga ikut direnovasi dengan memanfaatkan anggaran dari APBD Kota Pekanbaru TA 2021 sebesar  Rp 200 juta.

Berbagai hal yang direnovasi antara lain plafon, talang air, atap dan tempat sound systim. Saat ditanya, jika dinilai dari obyek yang di renovasi, sepertinya anggaran Rp 200 juta nilainya terlalu besar.

Namun Pdt S Pardede yang saat itu didampingi istrinya br Pakpahan mengatakan, hal itu bukan urusannya. “Ada panitia gereja yang membidangi dan berurusan dengan amang Krismat Hutagalung,” ujar Pardede

Menurut informasi yang berkembang di lapangan, renovasi gereja yang di prakarsai lewat aspirasi anggota dewan Kota Pekanbaru yaitu Krismat Hutagalung di daerah Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir – Kota Pekanbaru, akan dilaksanakan untuk belasan gereja.

Selain gereja di Palas, Jl Damai, hingga gereja di Muara Fajar juga mendapat kesempatan yang sama untuk di renovasi.

Namun yang menjadi pertanyaan, biaya renovasi untuk semua gereja, baik kecil ataupun ukuran besar sama, sebesar Rp 200 juta, dan dikerjakan tanpa melibatkan pihak gereja, tidak ada papan plang proyek, serta semuanya cenderung tanpa tender atau lewat penunjukan langsung (PL).

Lebih tragisnya lagi, beredar kabar bahwa, dana untuk biaya renovasi sebesar Rp 200 juta setiap gereja itu, belum bisa di cairkan dari anggaran APBD Kota Pekanbaru TA 2021, sementara pelaksanaan di lapangan, pekerjaan sudah berjalan bahkan sudah ada yang hampir selesai.

Kabar berembus menyebutkan, semua anggaran didahulukan Krismat Hutagalung anggota DPRD Kota Pekanbaru, nanti setelah dananya keluar dari Pemko Pekanbaru, baru uang Krismat Hutagalung dibayarkan keseluruhannya.

Namun, ketika pembiayaan beberapa renovasi gereja yang disebut-sebut didahulukan hendak di konfirmasikan kepada Krismat Hutagalung melalui whatsaap, tidak dijawab.

Termasuk informasi keterkaitan keluarga anggota DPRD Pekanbaru dari partai Hanura itu melaksanakan pekerjaan renovasi beberapa gereja tersebut yang hendak di konfirmasi, hingga berita ini dikirmkan, belum dijawab.

Sama halnya Indra Pomi-Kadis PUPR Kota Pekanbaru saat dikonfirmasi terkait penunjukan langsung (PL) dan tanpa adanya plang proyek serta hal lainnya menyangkut renovasi gereja tersebut  di hubungi lewat whatsaap, juga tidak dijawab.

 (Maurit Simanungkalit)