foto birkompu

Pelantikan Mahasiswa Baru Politeknik Pekerjaan Umum Tahun Akademik 2022/2023, Menteri Basuki: Jaga Nama Baik Almamater

Loading

JAKARTA (Independensi.com)  – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berpesan untuk selalu menjunjung tinggi nama baik almamater bukan hanya setelah menjadi alumni, melainkan sejak pertama kali diterima sebagai mahasiswa. Hal tersebut disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pekerjaan Umum Tahun Akademik 2022/2023 di Semarang, Jumat (19/8/2022).

“Saudara sekalian patut bersyukur telah diterima di Politeknik PU dengan tingkat kompetisi 1:10. Bersyukur sebagai mahasiswa minimal dengan selalu mengingat salah satu janji mahasiswa, yaitu menjunjung tinggi nama baik almamater,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan selama kurang lebih 43 tahun berkarir di Kementerian PUPR, dirinya selalu menjaga nama almamaternya dalam melakukan pekerjaan. “Betapa malunya almamater saya kalau saya berbuat yang tercela,” imbuhnya.

Melalui Politeknik PU, Menteri Basuki berharap Kementerian PUPR dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Diharapkan Politeknik PU dapat mencetak banyak engineer muda yang terampil dan mampu bekerja terjun langsung ke lapangan setelah lulus.

“Kita semua harus menjadi petarung yang kuat karena kompeten, berani karena berintegritas, dan berjiwa seni karena mampu berinovasi dan berimprovisasi dalam bekerja,” ujar Menteri Basuki.

Politeknik PU merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) rintisan di bawah Kementerian PUPR yang membuka proses belajar mengajar sejak tahun 2019. Terdapat tiga program studi (prodi) yaitu Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, dan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.

Dari 2.073 pendaftar, mahasiswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak total 225 orang atau 75 orang di setiap prodi. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2019-2021 yang setiap tahunnya menerima total 150 orang atau 50 orang setiap prodi dikarenakan pertimbangan ketatnya persaingan dan permintaan daerah serta terbangunnya kampus baru dengan luas sekitar 10 Ha disertai fasilitasi yang lebih lengkap. (wst)