Ungkap Kasus PT Waskita, Kejagung Korek Keterangan Dua Pegawai Bank BRI-BNI

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Kejaksaan Agung melalui tim jaksa penyidik pidana khusus memeriksa dua pegawai bank dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai saksi pada hari ini.

Pemeriksaan keduanya dilakukan pasca penetapan Direktur Operasional II PT Waskita Karya yakni BR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank oleh PT Waskita Karya dan PT Waskita Beton Precast.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan kedua saksi yang diperiksa tim jaksa penyidik yaitu saksi BM selaku Divisi Transaction Banking Bank BRI.

“Selain itu saksi AR selaku Manager Solusi Transaksi Pembiayaan Bank BNI,” tutur Sumedana dalam keterangannya, Senin (12/12/2022).

Belum diketahui apa yang dikorek dari keterangan kedua saksi pegawai bank plat merah tersebut. Namun Sumedana menyebutkan keduanya diperiksa tim jaksa penyidik untuk tersangka BR.

“Pemeriksaan kedua saksi untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank oleh PT Waskita Karya dan PT Waskita Beton Precast,” ujarnya.

Kejaksaan Agung seperti diketahui akhirnya menetapkan Direktur Operasional II PT Waskita Karya yakni BR sebagai tersangka dan langsung menahannya di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Kuntadi dalam keterangannya, Senin (05/12/2022) mengungkapkan pihaknya menetapkan BR sebagai tersangka setelah ditemukan dua alat bukti yang cukup,

Dia mengatakan peran tersangka yakni secara melawan hukum menyetujui pencairan dana Supply Chain Financing (SCF) dengan dokumen pendukung palsu.

“Sedangkan untuk menutupi perbuatannya, dana hasil pencairan SCF seolah-olah digunakan untuk pembayaran hutang vendor yang belakangan diketahui fiktif dan berakibat adanya dugaan kerugian keuangan negara,” ucapnya.(muj)