COO IDN Media, William Utomo (kiri) dan CEO Privy Marshall Pribadi saat menerima award “40 Under 40” Fortune Indonesia. (Istimewa)

Privy Ciptakan Ekosistem Digital Berlandaskan Keamanan dan Kepercayaan

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Perusahaan rintisan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi Privy, senantiasa berkontribusi memajukan ekosistem digital di Indonesia agar masyarakat memiliki kesempatan memanfaatkan digitalisasi secara maksimal untuk keseharian. Landasan utama yang  hendak dikedepankan Privy adalah keamanan dan kepercayaan.

Visi yang hendak disampaikan melalui kontribusi ini adalah menciptakan ekosistem digital yang landasan utamanya adalah keamanan dan kepercayaan. Dengan demikian akan membuka kesempatan bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal dalam keseharian,” ujar CEO Privy Marshall Pribadi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/3/2024).

Marshall melanjutkan,  menghadapi tantangan di era digital jaminan hukum dan keterpercayaan digital menjadi hal utama. Salah satu contohnya adalah digitalisasi dalam proses pengajuan dan persetujuan transaksi pembiayaan dengan menggunakan sertifikat elektronik. Hal ini harus berimbang dengan jaminan keamanan dan kepastian hukum, sekaligus integritas isi perjanjian atau dokumen transaksi tersebut.

Menyusul kontribusi positif memajukan ekosistem digital tersebut, pria lulusan Fakultas Hukum Universitaa Indonesia ini meraih penghargaan “40 Under 40” Fortune Indonesia. Adapun penghargaan yang dikeluarkan media bisnis ternama tersebut adalah daftar 40 generasi muda Indonesia paling berpengaruh pada berbagai sektor mulai dari bisnis, hiburan, sosial, olahraga hingga pemerintahan. Pemberian penghargaan tersebut pada acara konferensi untuk para pelaku bisnis dan pengambil keputusan paling berpengaruh di Indonesia bertajuk “Fortune Indonesia Summit 2024” di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

“Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi saya dalam berkontribusi memajukan ekosistem digital di Indonesia melalui identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi,” ujar Marshall. Menurutnya, penghargaan yang diterima merupakan penghormatan kepada semangat kewirausahaan, kerja keras dan dedikasi yang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga kepada tim Privy.

“Untuk ke depannya, Privy akan terus melangkah maju dan berkontribusi positif demi kemajuan digital trust di Indonesia dengan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal ini menjadi keutamaan untuk Privy yang harus dijaga,” imbuhnya.

Privy adalah perusahaan startup yang berdiri pada 2016 menyediakan layanan tangan digital yang mengikat secara hukum dan setara dengan tanda tangan basah. Startup asal Yogyakarta ini bertumbuh dengan pesat dan menjadi pemimpin dalam industri identitas digital di Indonesia. Saat ini tercatat 42 juta pengguna terverifikasi dan lebih dari 2.600 perusahaan menggunakan layanan Privy.

Pada medio Juli 2023, Privy melakukan aksi “Go International” untuk berekspansi ke luar negeri. Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan berkesempatan meresmikan kantor internasional Privy pertama di Sydney, Australia.