![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja berharap agar Pemerintah Pusat menambah Dana Alokasi Umum (DAU) tiap tahun ke daerahnya. Pasalnya, karena jumlah penduduk yang terus bertambah dan untuk peningkatan pembangunan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dikatakan, saat ini penduduk Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar 3,2 juta jiwa. Tersebar di 23 kecamatan dan membutuhkan biaya besar untuk membangun daerah yang merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Di wilayah ini, terdapat 11 kawasan industri besar, dihuni sekitar 7.60O industri. Kendati sebagai daerah industri, tapi di wilayah ini lahan pertanian 35.000 hektare, tetap dipertahankan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat.
Wakil Bupati Bekasi berharap ada penambahan DAU yang sebelumnya Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,5 triliun tahun 2026, dan tiap tahun diharapkan jumlahnya bertambah.
Harapan itu disampaikan Asep Surya Atmaja saat menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah DPD RI dari Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.
Saat itu, rombongan DPD yang masa reses dipimpin Aanya Rina Casmayanti, beserta jajaran Komite I, dan diterima wakil bupati Asep.
Asep juga menyingung terkait dana bagi hasil dari pusat yang dinilai belum seimbang dengan kontribusi Kabupaten Bekasi sebagai daerah industri. Diminta ada keseimbangan.
Dikatakan, untuk Kabupaten Bekasi, dibutuhkan anggaran yang cukup besar dalam pelaksanaan pembangunan untuk kemajuan daerah dan masyarakat. Adapun besaran APBD 2025 daerah ini dan susah ditetapkan bersama DPRD setempat senilai RP 8,3 Triliun. Namun demikian, besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat, tetap diharapkan.
Sementara itu, ketua rombongan DPD RI Aanya menjelaskan kunjungan timnya menjadi momentum strategis mempererat sinergi antara Pemkab Bekasi dan pihaknya .
Aanya Rina Casmayanti, menyampaikan tujuan kunjungan untuk mengetahui dan menginventarisasi persoalan yang dihadapi daerah. Dengan demikian dapat dicarikan solusi yang tepat.
Sedang Asep menambakan, penambahan DAU tersebut diantaranya dan peningkatan kualitas jalan, pembangunan jalan baru. Menambah fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan. (jonder Sihotang)

