![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Guna memenuhi target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan tahun 2030, ada 17 tujuan pembangunan yang saling terkait. Salah satu diantaranya pemenuhan air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Pada program SDGs tahun 2030 pelayanan air bersih perpipaan sudah harus 100 persen. Ini menandakan bahwa pemenuhan air bersih menjadi hal yang utama
Maka, guna mengejar hal tersebut, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi mulai tahun 2025, menargetkan ada penambahan pelanggan baru sekitar 16.000 sambungan langganan (SL) tiap tahun.
Saat ini, jumlah pelanggan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah memiliki sekitar 330.000 sambungan langganan (SL). Sedang cakupan layanan sekitar 40 persen dari jumlah penduduk sekitar 3,2 juta jiwa.
Terkait penambahan pelanggan dan perluasan cakupan layanan sesuai target SDGs, sudah tertuang dalam perencanaan bisnis di bidang pelayanan pelanggan.
Maka, semua peluang akan dioptimalkan guna mendukung pencapaian tersebut, mulai penyertaan modal, dan kerjasama dengan swasta yang saling menguntungkan pemasangan jaringan perpipaan.
Paling utama pembangunan jaringan perpipaan yang memerlukan biaya besar, jadi perlu ada skema kerjasama dengan pengusaha swasta dan tidak hanya mengandalkan Penyertaan Modal sari Pemerihtah Daerah. Sebab anggaran Pemda melakukan APBN, sangat terbatas
Penjelasan itu disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, Reza Lutfi, usai menghadiri pelantikan dua direksi dan dua dewan pengawas Perusahaan Daerah oleh Bupati Ade Kuswara Kunang, Selasa kemarin
Sebagaimana diketahui, target SDGs tahun 2030 mencakup 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang saling terkait. Diantaranya mengakhiri kemiskinan ekstrem dan kelaparan, memastikan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas, mencapai kesetaraan gender, serta melindungi planet melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Hal tersebut sejalan dengan program Pemkab Bekasi sebagaimana diungkapkan Bupati Ade Kuswara Kunang, bahwa tahun 2029 setidaknya 60 persen masyarakat Kabupaten Bekasi susah menikmati air bersih perpipaan hingga ke pedesaan dan pelosok di 23 wilayah kecamatan se Kabupaten Bekasi.
Ade juga minta agar direksi bersinergi mencari solusi bagaimana meningkatkan pelayanan air bersih hingga ke masyarakat pedesaan. Terutama di daerah Utara Kabupaten Bekasi yang air tanahnya sudah tak laik dikonsumsi karena terkontaminasi air laut.
Bupati mengapresiasi upaya yang dilakukan Direksi Perumda Tirta Bhagasasi yang saat ini sudah membangun jaringan perpipaan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi. (jonder sihotang)
,
