![]()
JAKARTA (IndependensI.com) – Bagi penggemar sepak bola yang lahir di tahun 1950-an, nama Ronny Pasla mengawali karier gemilangnya di PSDS Deli Serdang, PSMS Medan, dan Persija Jakarta, sebelum akhirnya dikenal luas sebagai penjaga gawang Tim Garuda (PSSI).
Sebagai penjaga gawang, Ronny Pasla dikenal memiliki ketajaman luar biasa dalam mengamati pergerakan para penyerang lawan.
Tak hanya saat membela klubnya—baik di PSDS Deli Serdang, PSMS Medan, maupun Persija Jakarta—tetapi juga saat dipercaya menjaga gawang Timnas PSSI, Ronny sangat disegani oleh para pesepak bola di kawasan ASEAN dan Asia.

Betapa populernya Ronny Pasla, hingga puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno pun terdiam sesaat ketika pembawa acara mulai menyebut satu per satu nama pemain PSSI yang akan bertanding melawan tim negara lain.
Namun, begitu pembawa acara menyebut, “Penjaga gawang PSSI adalah Ron…”, puluhan ribu penonton yang memadati stadion seketika melanjutkan dengan seruan, “Ronny Paslah!”
Seruan tersebut terjadi tanpa dikomandoi, diiringi gemuruh tepuk tangan, siulan, dan teriakan, “Ronny! Ronny! Ronny!” yang membahana di semua tribun, baik di belakang gawang sebelah Utara maupun Selatan.
Harus diakui, nama Ronny Pasla sebagai penjaga gawang memang sangat melegenda.
Kejayaan PSSI pada era 1970-an hingga 1980-an yang berdiri di bawah mistar adalah Ronald Gustaf Pasla. Beliau berpulang menghadap ke rumah Bapa di Kerajaan Surga pada usia 79 tahun, pada Senin, 21 November 2025.
Selamat jalan Ronny Pasla. Damai di Bumi dan di Surga.
(Penulis: Jonathan)

