![]()
Penghargaan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah tahun 2025 itu, diserahkan Menteri Tenaga Kerja Yassierli dan Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, disalah satu hotel di Jakarta, Kamis 4 November 2025.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Tentunya menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan program konkret kepada masyarakat,” ucap Gus Yani, sapaan akrab Bupati Fandi Akhmad Yani.
Penghargaan yang diraih Kabupaten Gresik, selanjutnya telah melalui proses penilaian yang independen dari tim yang berkompeten dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Baik dari sisi penyerapan energi kerja maupun peningkatan layanan kesehatan.
“Untuk penyerapan tenaga kerja dengan nilai 0,98 persen melampaui penurunan kesempatan kerja terendah hingga 0,35 persen. Sehingga menegaskan kemampuan Gresik dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menambahkan, salah satu yang harus terus dijaga adalah daya saing industri Kabupaten Gresik sebagai kota industri. “Kami akan berkomitmen dan konsisten menjaga iklim investasi, agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, dengan kemudahan perizinan dan nilai investasi yang semakin meningkat,” tuturnya.
Pemkab Gresik menurut Bupati berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan melalui berbagai program strategis. Diantaranya pembangunan Rumah Sakit Sehati di selatan Gresik, serta pembangunan fasilitas baru seperti Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina untuk pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
“Kami juga fokus pada peningkatan aksesibilitas di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Serta 29 dari 32 puskesmas di Kabupaten Gresik sekarang memiliki layanan rawat inap,” imbaunya.
“Tidak hanya itu, masyarakat Kabupaten Gresik juga tercakup dalam Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen. Sebab program-program yang kami buat, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan penilaian, Gus Yani menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh puskesmas yang memiliki otonomi pengelolaan keuangan yang melebihi rata-rata 83,85 persen dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster di mana sudah sama dengan rata-rata kelompok yaitu 100 persen.
“Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini, dan kami akan lebih semangat dalam melayani masyarakat dan mewujudkan daya saing daerah yang menjadi harapan warga Kabupaten Gresik,” tutupnya. (*)

