![]()
BEKASI (Independensi. com)- Dampak hujan yang turun selama Sabtu malam hingga Minggu (17-18) Januari 2026, hingga kini banjir belum resa. Masih terdapat genangan air di beberapa tempat, namun susah berangsur pulih.
Setidaknya Kabupaten Bekasi sebanyak 33 desa yang tersebar di 16 kecamatan terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi hingga satu meter.
Terkait hal itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (19/1/2026), meninjau warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. Gibran didampingi Plt Bupati Bekasi Asep Atmaja.
Kepada Wapres, Asep menyampaikan solusi jangka panjang penanganan banjir adalah normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CB) yang melintas dari wilayah Cikarang hingga Kecamatan Muaragembong.
“Kami mengajukan dilakukan normalisasi Kali CBL, sebagai salah satu langkah penanganan banjir tahunan,” kata Asep Atmaja.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga tengah memitigasi wilayah-wilayah yang rawan terjadi banjir tahunan serta menentukan penanganan yang efektif dan tepat.
Sebelumnya, Pemkab Bekasi telah menormalisasi puluhan sungai di berbagai wilayah. Namun saat hujan turun selama dua hari, banjir tetap melancarkan beberapa wilayah pemukiman dan persawahan.
Guna mencegah dan mengurangi banjir tahunan di Kabupaten Bekasi, Asep menyebut pemerintahannya menargetkan upaya penanganan banjir secara bertahap agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Perlu langkah preventif dan mitigasi sejak dini.
Ia pun mengimbau seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir.
Solusinya, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dan mitigasi bencana.
Asep mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta hadir dan responsif saat terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat. (jonder sihotang)

