![]()
BEKASI (Independensi.com)- Dampak luapan air di Sungai Citarum, kini terdapat empat titik tanggung rawan jebol di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Jika tanggul tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan jebol, dan menggenangi pemukiman dan sawah masyarakat.
Guna mencegah sementara, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menyampaikan penanggulangan tanggul darurat, terus dilakukan bersama lintas sektor terkait.
Disebut, terdapat empat titik tanggul kritis, tepatnya di Kampung Bendungan Desa Pantai Bakti dan di beberapa lokasi lainnya. Sebagai langkah darurat, secara bersama aparatur dan warga setempat bergotong-royong melakukan penanganan sementara.
Di tanggul rawan jebol, dipasang bambu dan karung isi pasir. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan berbagai lintas sektor lainnya.
BPBD memberikan membantu 500 karung ditambah bantuan dari Baznas sekitar 3.000 karung. Ini sifatnya sementara, sejak banjir yang terjadi tengah malam, mengakibatkan 15 Kepala Keluarga di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti.
Tanggul semakin kritis dan air susah rembes ke pemukiman warga dan dilaporkan satu rumah rusak berat karena lokasinya sangat dekat dengan bantaran sungai.
Disebut, ancaman paling berbahaya bukan hujan, tapi kondisi tanggul sungai Citarum yang semakin rawan jebol. Bahkan ada beberapa titik rawan yang hanya mengandalkan posisi tanah yang ditinggikan. Sehingga kalau tidak diberi tanggul permanen dengan bahan beton kekuatannya akan terbatas.
Diminta agar agar dilakukan langkah preventif oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) seperti membuat tanggul permanen untuk pencegahan tanggul rawan jebol.
Adapun sinergi dan kerja sama lintas sektor sudah berjalan diantaranya dengan BPBD, Baznas, PMI, dan Dinas Sosial sudah bergerak cepat dan responsif.
Sebagaimana diketahui, Sungai Citarum berhulu di Bandung dan bermuara di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi setelah melalui beberapa daerah di Jawa Barat . (jonder sihotang)

