![]()
BANDA ACEH (Independensi.com) – Seorang atlet sambo asal Aceh, Muhammad Rio, menjadi perhatian publik setelah beredar informasi yang menyebutkan dirinya berada di Rusia dan diduga bergabung dengan kelompok militer swasta Wagner Group. Rio diketahui sebelumnya merupakan atlet yang pernah membela Kontingen Aceh pada sejumlah ajang olahraga nasional.
Berdasarkan data keolahragaan, Muhammad Rio tercatat tampil pada cabang olahraga sambo nomor combat sambo kelas 70 kilogram putra dalam PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024 yang berlangsung di Langkat, Sumatera Utara. Namanya juga masuk dalam kontingen Aceh pada PON Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Pada acara pelepasan kontingen Aceh untuk PON Beladiri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, November 2025, Rio sempat dipercaya sebagai perwakilan atlet. Ia menyerahkan pataka kontingen dari Gubernur Aceh Muzakkir Manaf (Mualem) kepada Ketua KONI Aceh Saiful Bahri Yahya.
Di luar aktivitas keolahragaan, Rio diketahui pernah berstatus sebagai anggota Polri berpangkat Brigadir Dua (Bripda) di kesatuan Brimob Polda Aceh. Namun, pihak kepolisian menyatakan yang bersangkutan telah diberhentikan secara resmi dari institusi Polri menyusul pelanggaran disiplin dan kode etik.
Informasi mengenai keberadaan Rio di Rusia mulai beredar sejak pertengahan Desember. Sejumlah sumber menyebutkan, Rio menghubungi rekan-rekannya di Aceh dan mengaku telah bergabung dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah konflik Rusia–Ukraina. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang memastikan secara detail status dan peran Rio di sana.
Sementara itu, KONI Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. Pihak terkait masih menunggu kejelasan dan konfirmasi lanjutan mengenai keberadaan Muhammad Rio di luar negeri.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan figur atlet daerah yang sebelumnya sempat membawa nama Aceh di ajang olahraga nasional. Media terus berupaya mengonfirmasi perkembangan informasi ini kepada pihak-pihak berwenang. (Berbagai sumber)

