![]()
Cho Youngho yang sehari-harinya bekerja di industri perakitan mobil, diwilayah Gresik itu. Mengungkapkan ketertarikannya pada Islam, berawal dari rasa nyaman dan tenang ia dapatkan saat mempelajari ajaran tentang agama kaum muslimin ini.
Sebelum memeluk Islam, Cho Youngho diketahui tidak menganut agama tertentu (ateis). Namun, cahaya Illahi datang menaungi dirinya tepat di hari keempat di bulan mulia Ramadan. Sehingga, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi mualaf.
Ikrar mualaf itu, dipandu langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib. Cho Youngho dengan penuh keyakinan dan ketulusan, mengikuti tuntunan pengucapan dua kalimat syahadat di hadapan para ulama.
“Saudara telah dianggap sebagai muslim yang sah, karena telah mengucapkan dua kalimat syahadat, yang berarti saudara termasuk hamba yang dicintai Allah,” ujar Kiai Rofiq dalam memberikan nasehat kepada Cho Youngho sebagai seorang muslim.
Kyai Rofiq menyampaikan bahwa iman merupakan anugerah istimewa dari Allah Subhanahuwataallah, yang tidak semua orang mendapatkannya.


“Allah menganugerahkan rezeki kepada seluruh manusia, namun tidak semuanya diberikan iman. Alhamdulillah hari ini, saudara kita Cho Youngho diselamatkan oleh Allah dan diberi petunjuk jalan yang lurus kepada agama-Nya yakni Islam,” tuturnya.
Kiai Rofiq juga berpesan, agar Cho Youngho terus mempelajari ajaran Islam secara bertahap, terutama dalam menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Sebab menurutnya, istiqamah dalam beribadah akan membawa keberkahan dalam kehidupan.
“Setelah ini, mari sedikit demi sedikit belajar syariat Islam dan menjalankan shalat lima waktu. Insyaallah, dengan itu, keberkahan hidup akan senantiasa menyertai kehidupan kita di dunia ini,” imbaunya.
Sementara Cho Youngho mengaku terharu dan bahagia, setelah resmi menjadi seorang muslim. Ia berharap dapat terus menjaga semangat untuk belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar.
“Saya tertarik mempelajari Islam, karena saya merasakan kedamaian, ketenangan, dan rasa nyaman yang luar biasa ketika mendalami ajaran Islam,” ungkap Cho Youngho.
“Ketika saya mengucapkan dua kalimat syahadat, seolah ada getaran jiwa yang luar biasa. Sehingga ada rasa haru dan bahagia, saya bisa menjadi seorang muslim. Semoga saya bisa menjaga semangat dalam mempelajari Islam, serta mampu melaksanakan kewajiban layaknya seorang Islam dengan baik,” tandasnya. (Mor)

