![]()
BOGOR (Independensi.com) – Pasangan Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore (amatir) berhasil mempertahankan posisi teratas hingga putaran final dan keluar sebagai juara kategori beregu The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026.
Dalam putaran terakhir yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club, West Course, Bogor, Jumat (21/8), Suyasri dan Moore membukukan skor total 180 pukulan atau unggul satu pukulan atas duet Gabriele De Barba (Italia)/Andree Harahap (amatir) yang finis di posisi kedua dengan 181 pukulan.
Duet Suyasri-Moore tampil konsisten sepanjang tiga putaran dengan catatan 61, 58, dan 61 pukulan.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi gelar beregu keempat dalam penyelenggaraan turnamen Asian Development Tour (ADT) di Gunung Geulis.
“Saya sangat senang. Luke adalah seorang pemain yang sangat menakjubkan. Dia sangat memahami kondisi lapangan Gunung Geulis ini. Kami menjadi tim yang sangat baik. Kami memiliki tiga hari yang sangat menyenangkan,” kata Suyasri.

Sementara itu, penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 mendapat apresiasi dari para sponsor yang konsisten mendukung turnamen tersebut sebagai wadah kompetisi sekaligus pengembangan olahraga golf di Indonesia.
President Director Combiphar Michael Wanandi mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan turnamen ADT di Gunung Geulis sejak 2016 sebelum mengubah format menjadi pro-am pada 2023.
“Selain menampilkan nomor individual, turnamen ini pun mengedepankan kategori beregu (pro-am), yang ternyata disukai para amatir kita,” ujar Michael.
Menurut dia, format pro-am tersebut memberikan suasana kompetisi yang berbeda karena mempertemukan pegolf profesional dan amatir dalam satu tim.
President Director Gunung Geulis Country Club Agung Budiman mengatakan The Indonesia Pro-Am menjadi salah satu platform bagi pegolf nasional untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan mereka menghadapi pemain dari berbagai negara.

“The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura memberikan platform bagi para pegolf nasional kita untuk grow the game,” katanya.
Agung menambahkan, performa tiga pegolf Indonesia, yakni Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, yang mampu bersaing hingga putaran akhir menjadi sinyal positif bagi perkembangan golf nasional.
“Kami berharap tahun depan akan banyak pegolf kita yang juga bisa bersaing dengan pegolf-pegolf ADT,” ujarnya.
Managing Director Nomura Singapore Limited Hirosumi Sekita juga menilai penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am dalam empat tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi peserta maupun prestasi para pemain.
“Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura dalam empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dari para peserta maupun hasil yang diukir para pemain,” kata Sekita.
Xu Andi Rebut Gelar Individual
Sementara itu, trofi juara kategori individual The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 terbang ke China setelah Xu Andi berhasil mengakhiri turnamen di posisi teratas.
Pegolf berusia 24 tahun tersebut mencatat total 195 pukulan atau 18 di bawah par setelah membukukan 66 pukulan pada putaran pertama, 64 pada putaran kedua, dan 65 pada putaran final.
Xu mengungguli pegolf Australia Darcy Brereton yang harus puas di posisi kedua dengan total 196 pukulan atau 17 di bawah par. Posisi ketiga ditempati Minhyeok Yang dari Korea Selatan dengan total 198 pukulan atau 15 di bawah par.
Kemenangan Xu menjadi semakin dramatis setelah ia sempat membuat bogey di hole 14. Namun, pegolf China itu segera bangkit dengan mencetak birdie di hole 15 dan kemudian menutup pertandingan dengan tiga birdie berturut-turut pada tiga hole terakhir.
“Saya tidak melihat papan skor sampai hole ke-15, saat ada papan leaderboard di samping green. Saat itu skor saya 14-di bawah-par dan saya rasa saya tertinggal satu pukulan dari Darcy,” ujar Xu.
Ia kemudian mampu menjaga ketenangan hingga menyelesaikan putaran final dengan kemenangan satu pukulan.
“Saya hanya berkata pada diri sendiri sebelum setiap putt, lakukan saja putt yang bagus. Ini sama seperti semua putt yang Anda latih. Jangan pikirkan skornya,” katanya.
Gelar tersebut menjadi kemenangan penting bagi Xu yang sedang menjalani musim pertamanya di Asian Tour dan ADT setelah menyelesaikan masa kuliahnya pada 2024.

“Rasanya luar biasa. Sejujurnya, sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti ini. Kemenangan turnamen terakhir saya terjadi saat kuliah, dan bisa menang di panggung profesional seperti ini sangat berarti bagi saya,” tutur Xu.
Kevin C. Akbar Finis Enam Besar
Pegolf Indonesia Kevin C. Akbar turut mencatat hasil positif dengan mengakhiri turnamen di posisi T6 bersama Roberto Lebrija dari Meksiko.
Kevin membukukan total 202 pukulan atau 11 di bawah par dari tiga putaran, dengan catatan 65, 67, dan 70 pukulan.
Hasil tersebut menjadi prestasi terbaik kedua Kevin di The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura setelah sebelumnya berhasil menjadi juara pada edisi 2023.
Hasil Akhir
Kategori Individual
Xu Andi (China) – 66-64-65 – 195 (-18)
Darcy Brereton (Australia) – 65-66-65 – 196 (-17)
Minhyeok Yang (Korea Selatan) – 65-69-64 – 198 (-15)
Michele Ortolani (Italia) – 65-68-66 – 199 (-14)
Khavish Varadan (Malaysia) – 66-65-69 – 200 (-13)
T6. Roberto Lebrija (Meksiko) – 66-67-69 – 202 (-11)
T6. Kevin C. Akbar (Indonesia) – 65-67-70 – 202 (-11)
Kategori Beregu (Pro-Am)
Parathakorn Suyasri (Thailand)/Luke Evan Moore (amatir) – 61-58-61 – 180
Gabriele De Barba (Italia)/Andree Harahap (amatir) – 63-60-58 – 181
Kosuke Hamamoto (Thailand)/Alwin Ciputra (amatir) – 62-62-58 – 182
Jazz Janewattananond (Thailand)/Matthew Wanandi (amatir) – 58-62-62 – 182
Michael Ortolani (Italia)/Maureen Shavelle Yose (amatir) – 61-59-63 – 183

