![]()
JAKARTA (Independensi.com) – PSPS Pekanbaru berhasil meraih kemenangan penting setelah menumbangkan Semen Padang FC dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga Championship Indonesia 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (4/10/2026). Kekalahan tim berjulukan Kabau Sirah ini juga membawa konsekuensi bagi pelatihnya, Nil Maizar. Pria berkumis kelahiran Payakumbuh, 2 Januari 1970 ini menangani Semen Padang sejak Juli 2026.
Manajemen Kabau Sirah melalui rilis resmi di akun media sosialnya, manajemen Semen Padang FC menyatakan, perpisahan ini dilakukan secara kekeluargaan demi kebaikan bersama. “Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian Coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik,” tulis pernyataan resmi klub yang dikutip pada Senin (5/10/2026).
Dari catatan yang ada, Nil pernah merumput bersama Semen Padang pada 1992-1997. Kemudian menjadi pelatih kepala untuk kali pertama pada periode 2010-2012. Selanjutnya, pada tahun 2015 kembali melatih di Semen Padang hingga 2017.
Beberapa tim sepak bila di Tanah Air pernah merasakan bimbingan pelatih bertangan dingin ini seperti Putra Samarinda, PS Tira, Persela Lamongan, Sriwijaya FC, Dewa United, Persiba Balikpapan. Dia juga sempat menjadi pelatih kepala Timnas Sepak Bola U-23 pada 2012-2013.
Dari pertandingan, gol tunggal PSPS dicetak Dimas Wicaksono pada menit ke-71. Dimas baru masuk lima menit sebelumnya itu menggantikan Asir Aziz pada menit ke-66. Keputusan pelatih PSPS Pekanbaru Akhyar Ilyas memasukkan Dimas di saat yang tepat, terbukti ampuh. Gol tersebut membuat lebih dari 15.000 penonton yang memadati Stadion Patriot Candrabhaga terdiam. Pendukung Semen Padang memenuhi Tribun Timur dan Tribun Utara, sementara puluhan suporter PSPS berada di Tribun Barat.
Hasil pertandingan ini menjadi pukulan bagi Semen Padang yang gagal menambah poin di kandang. Sebaliknya, PSPS Pekanbaru membawa pulang kemenangan berharga setelah tampil efektif memanfaatkan peluang. (Maurit Simanungkalit)

