NCPI : Tingkatkan Kapasitas SDM dan Jaga Kelestarian Budaya Mutlak Harus Dilakukan

Loading

Denpasar (Independensi.com) – Hubungan yang terjalin diantara dua kawasan antara Bali – Australia selama ini sangatlah kuat namun hubungan diantara kedua masyarakatnya diyakini bahkan lebih erat lagi, sebab diketahui dibeberapa daerah di Bali terdapat hubungan emosional keduanya terasa lebih kental terutama adanya beberapa destinasi-destinasi yang mereka anggap sebagai tempat yang nyaman bagi mereka.

Hal tersebut dikemukakan oleh I Wayan Puspa Negara, tokoh Bali yang aktif di politik dan pariwisata, dan paling sering muncul sebagai anggota DPRD Badung dari Gerindra serta figur yang bersuara soal isu wisata Bali.
disela-sela acara “Great Sharing Session” yang bertema “Bali-Australia: Memperkuat Masa Depan Persahabatan Internasional melalui Semangat Bali,” yang digelar NAWACITA PARIWISATA INDONESIA (NCPI) di Denpasar, Rabu (29/7/2026).

“Apa yang menjadi keuntungan (advanted) bila mereka berada di Bali yaitu mereka memiliki kesamaan cara pandang mereka tentang budaya Bali lalu berapapun budget yang mereka bawa ke Bali kadang mereka habiskan, wisatawan Australia mempunyai tipikal menghabiskan bekalnya di Bali,” tutur Wayan Puspa.

Uniknya, Wisatawan Australia dikenal sangat mengapresiasi dan mencintai budaya Bali sehingga tidak ada dalam catatan yang dikemukakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Ngurah Rai Bugie Kurniawan, SIP., M.Si orang-orang Australia tersebut tidak bermasalah secara hukum ketimbang warga negara lain.

Kekurangannya adalah kadang malah miris karena dianggap beberapa tayangan siaran televisi yang tayang dinegara tersebut kadang merendahkan Indonesia. Pihaknya berharap kedepan seharusnya Indonesia terus memperkuat sumber daya manusia disemua lini sektor untuk memperbaiki kekurangan Dimata mereka.

Menelaah dari statement para narasumber kita diantaranya, Ibu Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, Perwakilan dari Gubernur yang berhalangan serta beberapa tokoh pariwisata yang hadir serta tokoh politik Australia, Jenderal (Purn.) David Hurley AC CVO DSC PTSE, Profesor Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. adalah seorang guru besar, pakar hukum, dan penulis buku asal Bali. Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Ngurah Rai Bugie Kurniawan, SIP., M.Si. sepakat bahwa betapa pentingnya hubungan ‘relationship’ ini bahkan ada satu hal yang mendasar yakni potensi kemampuan kita untuk berkembang lebih jauh dan berkolaborasi terutama untuk peningkatan SDM ini karena pertumbuhan tourism dan perkembangan situasi dunia.

Hal itu tergantung bagaimana kemampuan kita untuk beradaptasi. Tidak hanya diperlukan untuk memacu daya kompetisi kita akan tetapi bagaimana kita memahami ‘culture’ kita ‘in the long run’.

Demikian pula penegasan dari Ni Luh Intan Purwitasari, S.Pd., Executive Director Mediterranean Bali, yang juga Divisi Sumber Daya Manusia NCPI Bali bahwa yang membuat wisatawan tersebut datang ke Bali adalah karena budayanya yang membuat mereka tertarik.

“Maka tantangannya bagaimana kita seharusnya tetap mengembangkan kebudayaan Bali dan melatih serta meningkatkan “awarness” pada peningkatan kapasitas SDM bahwa budaya adalah sesuatu pondasi yang harus kita lestarikan tidak bisa kita tinggalkan dan untuk melestarikannya harus didukung oleh perekonomian agar bisa berkembang menurut karena untuk upacara adat maupun upacara keagamaan sehingga menjadi daya tarik maka perlu dukungan ekonomi untuk budayanya bisa berkembang dan SDM nya perlu dilatih sehingga menjadi sebuah ekosistem yang suistanable.

Melalui acara “Great Sharing Session” yang bertema “Bali-Australia: Memperkuat Masa Depan Persahabatan Internasional melalui Semangat Bali,” program ini bertujuan menyediakan wadah dialog strategis sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, serta semakin memperkokoh peran Bali sebagai Jembatan Persahabatan Internasional. (hd)

LATAR BELAKANG Hubungan persahabatan antarnegara merupakan landasan penting dalam memperkuat kerja sama dan memupuk saling pengertian melalui pertukaran budaya, pendidikan, dan interaksi antarwarga. Dalam hubungan antara Indonesia dan Australia, Bali memegang peran strategis baik sebagai destinasi kelas dunia maupun sebagai jembatan persahabatan antara kedua negara. Hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan ini tercermin dari besarnya minat masyarakat Australia terhadap Bali sebagai destinasi wisata—bahkan sebagai ‘rumah kedua’ bagi banyak orang. Hubungan yang langgeng ini perlu terus dipelihara dan diperkuat melalui kerja sama bermakna yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Meskipun jumlah kunjungan wisatawan Australia sempat mengalami fluktuasi akibat kondisi ekonomi global dan situasi luar biasa lainnya, perubahan sementara tersebut tidak mengurangi kuatnya ikatan antarwarga maupun potensi besar untuk kolaborasi di bidang pariwisata, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan budaya. Menyikapi hal tersebut, Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali memprakarsai kunjungan resmi Jenderal (Purn.) David Hurley AC CVO DSC sebagai wujud nyata komitmennya dalam memperkuat persahabatan internasional dan kerja sama bilateral.

Melalui acara “Great Sharing Session” yang bertema “Bali-Australia: Memperkuat Masa Depan Persahabatan Internasional melalui Semangat Bali,” program ini bertujuan menyediakan wadah dialog strategis sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, serta semakin memperkokoh peran Bali sebagai Jembatan Persahabatan Internasional. TUJUAN *Great Sharing Session* ini bertujuan untuk: • Menyediakan wadah strategis bagi dialog dan pertukaran gagasan guna memperkuat persahabatan Indonesia-Australia melalui diplomasi budaya, berbagi pengetahuan, dan interaksi antarwarga. • Mendorong kolaborasi antara pemangku kepentingan Indonesia dan Australia dalam memajukan pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan budaya. • Menjajaki peluang kerja sama strategis yang memperkuat peran Bali sebagai Jembatan Persahabatan Internasional serta memperkokoh hubungan bilateral jangka panjang.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *