![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Enam Lapan Pencinta Alam (Elpala) SMA Negeri 68 Jakarta berkolaborasi dengan Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jaya untuk menggelar Kejuaraan Wall Climbing Antar-SMA se-DKI Jakarta dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.
Persiapan pelaksanaan kejuaraan mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Markas PWI Jaya, Lantai 9, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut membahas konsep pelaksanaan hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar kejuaraan berjalan sesuai standar.
“Persiapan sedang dalam proses. Dalam waktu dekat akan ada perkembangan terkini. Kami akan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Pengprov FPTI DKI Jakarta,” kata Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Antarlembaga PWI Jaya, TB Adhi melalui keterangan tertulis.
Rapat dihadiri Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Antarlembaga TB Adhi, Bendahara Dar Edi Yoga, Ketua Siwo PWI Jaya Rialini Nonnie Rering EMN, serta jajaran pengurus Siwo PWI Jaya, yakni Rizal Fachranie, Rio Winto selaku sekretaris, dan Joko Dolok dari Seksi Dokumentasi. Sementara dari Elpala SMA 68 hadir alumni Taufan Novriyanda bersama dua siswa aktif, A Wirara Jagatraya dan Habibie Teguh Zaelani.
Ketua Siwo PWI Jaya, Rialini Nonnie Rering EMN, menilai olahraga panjat tebing memiliki daya tarik besar, terutama di kalangan pelajar. “Wall climbing memiliki daya tarik yang luar biasa. Apalagi, pesertanya anak SMA. Sebab, saya pernah menyaksikan langsung kejuaraan wall climbing di Mataram,” kata Nonnie.
Menurut Dar Edi Yoga yang juga merupakan salah satu pendiri Elpala, kejuaraan ini diharapkan menjadi panggung bagi atlet-atlet muda DKI Jakarta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Kompetisi panjat dinding ini diproyeksikan menjadi wadah unjuk gigi bagi para atlet muda potensial di DKI Jakarta,” tambah Dar Edi Yoga.
Kejuaraan ini akan mempertandingkan dua nomor utama bagi atlet kelompok usia 15–18 tahun, yakni Speeddan Lead. Nomor Speed menguji kecepatan atlet menaklukkan dinding panjat setinggi 15 meter dengan kemiringan overhang lima derajat. Dua atlet akan berlomba secara bersamaan di lintasan ganda berstandar internasional, sedangkan pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat saat menyentuh sensor finis.
Sementara itu, nomor Lead lebih menitikberatkan pada teknik, strategi, dan daya tahan. Atlet ditantang menaklukkan jalur yang dirancang khusus oleh route setter, melakukan clipping pada tali pengaman, serta mencapai titik tertinggi dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Fun Bouldering
Selain kompetisi antarpelajar, panitia juga menyiapkan kegiatan Fun Bouldering bagi anak-anak sebagai sarana edukasi dan pengenalan olahraga panjat tebing secara lebih menyenangkan. Konsep ini dirancang agar masyarakat, khususnya pemula, dapat merasakan pengalaman memanjat dalam suasana rekreatif tanpa tekanan kompetisi.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan tersebut, Elpala SMA 68 dan Siwo PWI Jaya berharap olahraga panjat tebing semakin dikenal sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet usia muda. “Melalui kejuaraan ini, Elpala dan Siwo PWI Jaya berharap dapat melahirkan bibit-bibit atlet pemanjat tebing baru yang kelak mampu mengharumkan nama DKI Jakarta maupun Indonesia di kancah nasional hingga internasional,” kata Taufan.
Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di tingkat pelajar serta menumbuhkan semangat kompetisi, sportivitas, dan keberanian generasi muda Indonesia.

