Tarian tradisional Sulawesi Utara, Tari Maengket, memeriahkan suasana Seminar dan Bedah Buku “Penguasa Dinasti Han Leluhur Minahasa” di kampus Kalbis Institute, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Buku Leluhur Minahasa Dapat Sambutan Hangat

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Buku “Penguasa Dinasti Han Leluhur Minahasa” karya Weliam H Boseke mendapatkan sambutan hangat dalam seminar di Kalbis Institute, Jakarta, Senin (5/3/2018). Kegiatan yang diselenggarakan Kalbis dan Kawanua Informal Meeting (KIM) itu dihadiri puluhan orang termasuk tokoh dan intelektual Kawanua.

Weliam H Boseke

Selain penulis, pembicara lain adalah Prof Perry Rumengan (dosen Unima), Benni E Matindas (budayawan Minahasa), Max Wilar (KIM), dan Mayjen TNI Ivan R Pelealu (Lemhannas). Diskusi dipandu Lily Widjaja – Golden Eagle Award dan akademikus Tamkang University, Taiwan – sebagai moderator.

Seminar juga dihadiri jajaran Presidium Kawanua Katolik yang diketuai Stevi Rengkuan, Pastor Melky Toreh, Sekretaris Jenderal PIKI Audy Wuisang, Laksdya (Pur) Desi Mamahit, serta dosen dan mahasiswa Kalbis. Dosen Pascasarjana Kalbis Institute, Dr Joseph MJ Renwarin, ikut memberikan sambutan.

Leluhur Minahasa Berasal dari Dinasti Han

Penelitian linguistik Weliam selama 10 tahun di China telah memberi referensi ilmiah bagi penelusuran leluhur tou Minahasa. Dia menemukan fakta kesesuaian kosakata bahasa Han dan bahasa Minahasa.

Penelusuran leluhur tou Minahasa tidak lagi bersumber dari legenda atau mitologi yang spekulatif tapi dengan basis ilmiah. Searah dengan teori falsifikasi Karl Popper yang dipengaruhi pemikiran Albert Einstein dan mengatakan bahwa “teori tak dapat dipertahankan bila gagal dalam uji tertentu”.

Dr Joseph MJ Renwarin

“Hal itu berbeda dengan pemikiran dogmatis yang hanya menguatkan teori yang sudah ada. Popper mengajukan teori falsifikasi yaitu menyalahkan teori yang sudah ada dengan pembuktian baru. Falsifikasi berasal dari kata false,” kata Dr Renwarin kepada IndependensI.com.

Lebih jauh Dr Renwarin mengatakan bahwa “falsify” artinya “menjadi salah”. Teori-teori yang sudah ada bila ditemukan kesalahannya maka otomatis gugur sebagai teori ilmu pengetahuan. Falsifikasi adalah lawan dari verifikasi.

Istilah verifikasi dipakai oleh mazhab Wina yaitu kaum neo-positivism yang memegang teguh metode induksi. Popper mengatakan ilmu pengetahuan lahir dari sebuah dugaan (konjektur) penelitinya.

“Dari sudut pandang itu kita menaruh penghargaan kepada Weliam H Boseke yang dipandang telah mampu membukukan korelasi tou Minahasa dengan Dinasti Han di Tiongkok dari sudut lingustik,” kata Dr Renwarin.

KIM sangat menghargai karya ilmiah Weliam yang dari sudut tertentu patut dipandang telah berhasil melakukan “falsifikasi” terhadap teori yang selama ini hinggap di benak tou Minahasa.

Seminar serupa rencananya akan digelar juga di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (5/3/2018).