PPP Jabar Menolak Kompromi Dengan Kubu Romahurmuziy

Loading

BANDUNG (IndependensI.com)  – Silang-sengkarut di tubuh Partai Persatuan Pembangunan masih terus berlangsung. Terakhir terlontar pernyataan keras Ketua DPW PPP Jawa Barat, Tatang Farhanul Hakim dalam Rapimwil dan silaturrahmi alim ulama PPP Jawa Barat, Kamis (06/07) di Hotel Grand Pasundan, Bandung. Usai membuka mukerwil, pria yang akrab dipanggil TFH ini menyatakan bahwa PPP Jawa Barat menolak keras berkompromi dengan kubu Romahurmuziy.

“Persoalan hukum di PPP ini sepertinya akan terus berkepanjangan. Kita
terus diadu-adu, kasihan kan kader-kader militan yang ingin berkiprah di
PPP. Makanya, dalam acara ini, kita, melalui ketua umum Djan Faridz meminta
agar DPP melakukan komunikasi politik. Agar ini segera selesai,” kata
Tatang.

Dalam acara yang bertajuk “Memperkokoh Ideologi dan 6 Prinsip perjuangan
partai dalam memantapkan konsolidasi organisasi”‎ ini, TFH juga
menyampaikan bahwa setidaknya ada 7 poin penting yang dihasilkan.
“Pertama adalah bahwa kami sepakat PPP sebagai wadah perjuangan politik
ummat yang berasaskan Islam dan memperkuat eksistensi PPP kembali ke
pangkuan ulama dan umat,” kata dia.

Dijelaskan juga bahwa PPP menyatakan tetap utuh, bersatu-padu, solid dan
istiqomah terhadap kepemimpinan Ketua Umm Djan Faridz dan hasil hasil
Muktamar ke-VIII Jakarta.

Berikutnya adalah menyerukan kepada stakeholder dan pemegang kekuasaan baik
eksekutif maupun legislatif untuk mengabaikan upaya pihak lain yg melakukan
pemberhentian jabatan sepihak terhadap kader PPP dibawah kepemimpinan Ketua
Umum H. Djan Faridz

“Kita juga Mendorong kepada DPP PPP untuk segera melaksanakan silatnas alim
ulama seindonesia. Untuk memperkokoh eksistensi yang saya katakan tadi,”
tambah Tatang.

Masih menurut TFH, dalam Rapimwil ini juga mendorong agar Fraksi PPP DPR RI
Untuk meperjuangkan presidential treshold sebesar 20%. Lalu mendorong DPP
PPP untuk melakukan kasasi terhadap putusan PT TUN Jakarta.

“Itu saya kira poin poin penting dari acara hari ini. Namu yang tidak kalah
pentingnya adalah bahwa kami, PPP Jawa Barat menolak melakukan kompromi
dengan kubu Romi (Romahurmuziy),” tandas TFH.

Di akhir konferensi pers, TFH juga menyampaikan bahwa PPP Jabar mendukung
program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan mendorong DPP
PPP untuk mempertimbangkan pencalonan kembali Joko Widodo sebagai capres
pada pilpres 2019. (Tyo Pribadi)